Kabar7News, Lanny Jaya – Aksi cepat tanggap dilakukan oleh Pos Pirime Satgas Yonif Mekanis 203/AK dalam memberikan penanganan kepada Bapak Pendeta yang sedang menderita sakit di Kampung Bugumbak, Distrik Pirime, Kab. Lanny Jaya, Papua, Senin (23/1/2023).

Hal tersebut disampaikan oleh Danpos Pirime Kapten Inf Yoga Pratomo dalam keterangannya di Distrik Pirime. “Kami Satgas Yonif Mekanis 203/AK selalu siap dan hadir di tengah masyarakat untuk memberikan yang terbaik di Distrik Pirime terutama tentang kesehatan,” jelas Danpos Pirime.

Mendengar dengan adanya laporan dari warga bahwa Bapak Pendeta sedang sakit, Danpos Pirime Kapten Inf Yoga Pratomo memerintahkan Tim Kesehatan Pos Pirime beserta beberapa anggota pos untuk mendatangi kediaman Bapak Pendeta yaitu Bapak Yotan Wakerwa. Sesampainya di rumah beliau, tim kesehatan secara cepat langsung memeriksa kondisi kesehatan Bapak Yotan Wakerwa yang diketahui beliau sudah sakit demam selama ± 2 hari.

Setelah dilaksanakan pemeriksaan oleh Tim Kesehatan Pos Pirime Satgas Yonif Mekanis 203/AK, tak lupa kami memberikan obat maupun multivitamin kepada Bapak Yotan Wakerwa dan kami pun menyampaikan kepada keluarga Bapak Yotan Wakerwa apabila ada anggota keluarga ataupun masyarakat sudah merasa kurang enak badan tak usah sungkan-sungkan untuk berkunjung ke pos sekedar memeriksa kesehatan ataupun meminta obat.

Bapak Yotan Wakerwa menyampaikan sangat berterima kasih atas bantuan dari Pos Pirime Satgas Yonif Mekanis 203/AK karena dengan kehadiran tim kesehatan ke rumahnya, sehingga demamnya mulai turun dan kondisi badan mulai membaik.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Pos Pirime Satgas Yonif Mekanis 203/AK, berkat bantuannya kondisi badan bapak lebih baik dan kami mendoakan semoga Bapak TNI Pos Pirime selalu diberikan kesehatan dan keselamatan dalam bertugas,” ucapnya.

(Pen Satgas Yonif Mekanis 203/AK)

Kabar7News, Aceh – Di antara pohon kopi yang rimbun memadati lahan seluas puluhan hektar, diselingi juntaian kemerahan tanda matang buah kopi Gayo dari ranting-ranting, para petani kopi Bener Meriah sibuk menuai berkah.

Primadona Kabupaten Bener Meriah, komoditas kopi arabika varietas Gayo menjadi hal berharga bagi masyarakat lokal. Masyarakat yang mayoritas berprofesi petani ini menggantungkan hidup mereka pada buah kopi yang datang panen sekali dalam enam bulan.

Mukiran, petani berusia 55 tahun yang bermukim di Desa Panji Mulia 1, menceritakan bahwa kopi telah menjadi penyokong ekonomi keluarga warga desa sejak bertahun-tahun lamanya.

“Petani kopi di Bener Meriah sudah menikmati hasil,” ujar Mukiran tersenyum.

Tentu, untuk memperoleh hasil itu memerlukan ketekunan dan kebulatan tekad para petani kopi dalam proses pengolahan dan perawatannya guna menghasilkan biji kopi yang berkualitas dan bermutu tinggi. Dengan begitu, pemasaran kopi pun menjadi termudahkan bagi petani.

Lahan kopi yang dikelola petani Bener Meriah umumnya dimiliki secara pribadi oleh masyarakat. Teknik penanaman yang digunakan juga masih kental dengan ilmu yang diturun-temurunkan dari generasi ke generasi.

“Cara menanam kopi masih dengan cara tradisional. Juga sudah mengaplikasikan dengan cara terbaru melalui pelatihan-pelatihan,” ujar Mukiran.

Menurutnya, ada banyak tantangan yang harus dihadapi selama ia menjadi petani kopi. Musim penghujan salah satunya, menyebabkan gagalnya panen raya karena tidak adanya terik matahari untuk mengeringkan biji kopi.

“Sekian bulan yang lalu, kopi itu rusak karena tidak bisa dijemur,” kata Mukiran.

Selain ekstremnya musim hujan, Mukiran juga pernah bergulat dengan isu miring yang berujung pada anjloknya harga kopi.

“Dua tahun lalu, harga kopi pernah mengalami anjlok karena ada isu penggunaan bahan kimia, padahal itu gak ada,” jelasnya.

Rupanya, lanjut Mukiran, isu tak menguntungkan itu muncul sebab ketidakmampuan pembeli kopi menampung kopi Gayo hasil panen petani Bener Meriah akibat mahalnya harga. Namun, tingginya harga kopi tidak dari asal patok. Hal ini terbukti dari berkali-kalinya kopi Gayo berhasil mendapatkat peringkat satu di ajang pameran maupun perlombaan.

Dulu proses pengolahan buah kopi hingga menjadi biji sangat menguras tenaga juga penuh ketidakpastian. Namun, sejak didirikannya Koperasi Panca Gayo Coffee yang menjadi lembaga pendamping, para petani merasakan perbedaan yang signifikan.

Munawardi, pria yang telah bergelut sebagai petani kopi sejak usia 18 tahun, mengucapkan rasa bahagianya akan manfaat yang dibawa bersamaan didirikannya Koperasi Panca Gayo Coffee.

“Dengan terbentuknya Koperasi Panca Gayo, kualitas kopi Gayo menjadi mungkin lebih baik lagi di mata dunia,” ujar Munawar.

Beragam beban kekhawatiran petani terangkat. Proses produksi yang biasanya memakan banyak waktu dan usaha kini lebih mudah dengan adanya koperasi yang menaungi 125 petani kopi di Bener Meriah tersebut. Kapasitas biji kopi yang diproduksi mampu mencapai 700 Kg/Ha tiap tahunnya.

Anggota DPRK Kabupaten Bener Meriah, Zulham melayangkan pujiannya atas komoditas kopi Gayo yang dibudidayakan di Kabupaten Bener Meriah. Menurutnya, kopi ini mempunyai banyak keunggulan yang patut dicicipi oleh penikmat kopi di seluruh penjuru Indonesia bahkan dunia. Salah satunya, beragamnya varian rasa dari natural, wine, honey, hingga specialty dengan kekayaan cita rasa kopi yang tajam.

“Potensi yang ada di Kabupaten Bener Meriah yaitu kopi dengan kualitas tinggi,” kata Zulham.

Agar kopi Gayo hasil budidaya petani Bener Meriah berkesempatan lebih besar untuk dinikmati oleh masyarakat luas, LPEI melalui program Desa Devisa siap memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani kopi di Bener Meriah. Selain untuk meningkatkan potensi kopi Gayo supaya berkapasitas merambah pasar baru, program Desa Devisa juga ditujukan untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa.

“Terima kasih kami ucapkan kepada LPEI yang telah meresmikan Desa Devisa di Kabupaten Bener Meriah. Harapan kami, mari dukung petani kopi Gayo di Kabupaten Bener Meriah agar dapat menambah perekonomian masyarakat Bener Meriah yang lebih baik lagi ke depannya,” ucap Munawardi.

(**)

 

Kabar7News, Jakarta – Putra daerah adalah seseorang yang memiliki garis keturunan murni dari daerah dimana dilahirkan, istilah tentang putra daerah yang lainnya adalah berdasarkan perikatan primordial, kedekatan kultur, indentitas dan kejiwaan maka seorang putra/putri daerah diasumsikan akan memiliki kepedulian yang lebih besar terhadap daerahnya dibandingkan dengan non putra/putri daerah.

Hal tersebut disampaikan Rahmat Aminudin SH kepada para awak media di sekertariatnya Jalan Tomang Rawa Kepa Utama No.22C Kelurahan Tomang Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat, Minggu (22/1/2023).

Pada Pemilhan Legeslatif (PILEG) untuk DPR RI Priode 2024-2029, Rahmat Aminudin SH berikhtiar mencalonkan diri untuk menjadi Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk Daerah Pemilihan (DAPIL) Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

Rahmat lahir dan besar di Jakarta, serta sehari-hari berprofesi sebagai Advokat/Pengacara/Konsultan Hukum Pada Kantor Hukum Investigasi Bhayangkara Indonesia (IBI LAW FIRM) yang berdomisili di Jakarta Utara tepatnya di Jalan H Mawar, Sunter Jaya akan menjadi salah satu semangat untuk berikhtiar menjadi anggota DPR RI dari PAN.

“Menjemput Rezeki Bersama, Salam Santun dan Jangan Goyang” merupakan tema dari ikhtiar menjadi Anggota DPR RI kepada saudara-saudara yang ber-KTP dan berdomisili di daerah Jakarta Barat, Jakarta Utara serta Kepulauan Seribu,” ungkap Rahmat.

Rahmat membuka konsultasi hukum gratis di hotline whatsApp 08118862616 untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum.

(**)

Kabar7News, Cimahi – Keberadaan Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) harus dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan prajurit dan keluarganya termasuk dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui lembaga pendidikan.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman saat menyampaikan sambutan pada Rapat Koordinasi Teknis Yayasan Kartika Eka Paksi (Rakornis YKEP) yang digelar di Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Cimahi, Jawa Barat, Kamis (19/1/2023).

Kasad yang juga selaku Ketua Pembina YKEP menyampaikan, YKEP saat ini telah melakukan banyak terobosan terutama dalam memberikan dukungan bagi peningkatan SDM prajurit dan keluarganya serta masyarakat melalui bantuan bea siswa maupun pengembangan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan terutama di Unjani.

Diungkapkan Kasad, dengan program studi yang semakin berkembang di Unjani serta sarana yang memadai, mahasiswa lulusan Unjani diharapkan semakin mampu bersaing pada dunia kerja yang dibutuhkan pada institusi pemerintahan maupun swasta.

“Dari ilmu, teori itu dikembangkan, bagaimana nanti bekerja, termasuk kerja sama dengan perusahaan-perusahaan, baik negeri maupun swasta, sehingga lulusan Unjani siap pakai, “ tegas Kasad.

Dalam sambutannya, di hadapan Ketua YKEP Letjen TNI Purn Tatang Sulaiman, Rektor Unjani Prof. Hikmahanto Yuwana, S.H., LL. M., P.h.D, dan para pengurus YKEP, Kasad berharap lulusan Akademi Militer (Akmil) yang merupakan lulusan setara Diploma 4 (D-4) dapat melanjutkan Strata Satu (S1) di Universitas Unjani, termasuk lulusan Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) dapat langsung mengikuti pendidikan Secapa AD dan melanjutkan S1 di Unjani.

Di akhir sambutannya, Kasad kembali menegaskan, para mahasiswa Unjani untuk tidak mudah terkontaminasi dengan paham-paham radikal dan jiwa nasionalisme harus terus digelorakan.

Sementara itu, Ketua YKEP Letjen TNI Purn Tatang Sulaiman menegaskan, YKEP terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarga. Diungkapkan Ketua YKEP, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia selama dua tahun walau berdampak terhadap seluruh aspek kehidupan, namun kesejahteraan prajurit dan keluarganya tetap menjadi prioritas utama.

Pada kesempatan tersebut, Kasad juga menandatangani prasasti peresmian pembangunan tahap 1 dan dimulainya pembangunan tahap 2 Kampus Unjani serta meninjau berbagai fasilitas penunjang perkuliahan di Unjani.

(Dispenad)

Kabar7News, Jakarta – Sebelumnya diberitakan, Richard Eliezer dituntut pidana penjara selama 12 tahun. Jaksa Penuntut Umum menilai bahwa Richard Eliezer terbukti bersalah dalam pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat.

Di dalam ruang sidang sejumlah pendukung Eliezer pun riuh saat mendengar tuntutan tersebut dibacakan jaksa penuntut umum. Bahkan terlihat Richard Eliezer sempat meneteskan air mata saat jaksa penuntut umum membacakan tuntutan tersebut. Richard Eliezer terlihat juga sempat mengernyitkan dahi sembari menundukkan wajahnya kebawah.

Praktisi Hukum Rahmat Aminudin SH yang sehari hari berprofesi sebagai Advokat/Pengacara/Konsultan Hukum ikut turut menanggapi perihal tuntutan jaksa penutut umum soal tuntutan 12 tahun penjara yang dijatuhkan jaksa penuntut umum kepada Richard Eliezer.

Rahmat mengaku sangat kaget jaksa menuntut selama itu.

“Terlihat saat ini jaksa sangat hebat pada saat memberikan dakwaan akan tetapi patut diduga mandul saat dalam penuntutan,” ujar Rahmat yang juga selaku Wakil Ketua Umum (WAKETUM) Garuda Pengawal Merah Putih (GARDAPATIH) INDONESIA dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Anti Mafia Politik dan Anti Korupsi Masyarakat Adil Sejahtera Republik Indonesia (KAMPAK MAS RI).

“Dalam pertimbangan tuntutan jaksa tidak disebutkan alasan yang meringankan untuk Richard Eliezer kecuali hal yang pernah dihukum jadi tidak ada yang spesifik alasan meringankan tersebut,” ungkap Rahmat Aminudin SH yang juga sedang berikhtiar untuk menjadi Anggota DPR RI Priode 2024-2029 dari PAN dengan daerah pemilihan Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

(**)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.