Kabar7News, Sanggau – Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti bersama Kwartir Ranting Pramuka Kecamatan Sajingan Besar menggelar kegiatan napak tilas patok perbatasan bersama pramuka. Acara napak tilas dibuka oleh Komandan SSK 2 Satgas Pamtas Yonmek 643/Wns, Kapten Inf Galih Satriadi di Pos Gabma Sajingan kemarin. Hal ini disampaikan Dansatgas Pamtas Yonmek 643/Wns, Letkol Inf Dwi Agung Prihanto di Pos Kotis Gabma Entikong hari ini.

Dansatgas Pamtas Yonmek 643/Wns juga menyampaikan, napak tilas patok perbatasan yang digagas oleh Dan SSK 2, Kapten Inf Galih Satriadi ini diikuti oleh anggota Pramuka dari tiga sekolah yakni SDN 03 Sajingan, Sekolah SMA 1 Sajingan serta SMK 1 Sajingan. Adapun pelaksanaan napak tilas patok perbatasan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 26 kemarin s.d 28 Oktober 2019.

Letkol Inf Dwi Agung Prihanto mengatakan, adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan napak tilas patok perbatasan oleh Satgas Pamtas Yonmek 643/Wns bersama para anggota pramuka adalah untuk mengenalkan patok-patok batas yang ada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia kepada generasi muda sejak dini.

Selain itu juga katanya, untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air yang diwujudkan dengan ikut serta menjaga patok batas agar tidak dirusak, sekaligus mengajak generasi muda di wilayah perbatasan untuk menjaga wilayah perbatasan dari gangguan tindak kejahatan yang ada di perbatasan.

“Para generasi muda yang terlahir di perbatasan, mereka ini adalah sesungguhnya patok hidup batas negara, mereka terlahir dan akan dewasa disini olehnya mereka harus tahu patok-patok batas wilayah negara ini yang harus selalu mereka jaga selaku kedaulatan negara. Menjaga kedaulatan negara adalah tugas bersama, karena kami Satgas Pamtas tidak selamanya disini,” ujarnya.

Dansatgas Pamtas Yonmek 643/Wns mengatakan juga bahwa pada acara pembukaan napak tilas patok batas kemarin, dilaksanakan juga kegiatan pembagian bantuan berupa Alkitab oleh Satgas kepada Gereja Katolik PLBN Aruk dan penyerahan senjata rakitan dari masyarakat kepada Satgas Pamtas Yonmek 643/Wns yang berjumlah 5 pucuk hasil penyerahan dari Pos KM 28 dan Pos Gabma Sajingan.
(Red)

Kabar7News, Bogor – Calon Kepala Desa Bojong Baru, nomor urut 3, Rustilah, berharap kepada masyarakat desa agar bisa lebih sejahtera dengan menggunakan hak pilihnya dan menjalankan program usaha rumah tangga sebagai harapan menuju kesejahteraan sesuai dengan visi dan misinya.

“Visi saya adalah terwujudnya pelayanan publik yang transparan menuju masyarakat Desa Bojong Baru yang maju, aman, dan sejahtera,” katanya kepada Kabar7News di Bogor, Minggu (27/10/2019).

Sementara itu, kata dia, misi dirinya adalah mewujudkan dan meningkatkan tata kelola pemerintahan desa yang baik. Kemudian, meningkatkan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat desa.

“Meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dengan mewujudkan badan usaha (BUMdes) dan program lain untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa. Dan meningkatkan produksi rumah tangga kecil,” ujarnya.

Selain itu, mengedepankan kejujuran, keadilan, transparansi dalam sehari-hari pemerintahan maupun dengan masyarakat desa.

“Jangan sampe lupa, cuma wanita yang bisa bebenah,” pungkasnya.
(Andreas)

Kabar7News, Pontianak – Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad bersama Forkopimda Prov. Kalimantan Barat mengikuti acara Dialog Kebangsaan yang digelar Korps Alumni HMI (KAHMI) Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak tadi malam.

Dialog Kebangsaan pada malam tersebut mengusung tema, “Menggagas Indonesia Cita, Meneguhkan Komitmen Keummatan – Kebangsaan Alumni HMI”.

Dialog kebangsaan menghadirkan narasumber salah satu diantaranya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Bapak Mahfud MD selain itu juga dihadiri Ketua Dewan Penasehat KAHMI, Akbar Tanjung, sejumlah tokoh nasional serta para Pengurus KAHMI Kalbar.

Menkopolhukam Mahfud MD yang juga selaku Dewan Pakar KAHMI dalam kesempatan tersebut mengharapkan kepada para alumni HMI agar bisa berkontribusi dalam menyukseskan berbagai program pemerintahan, khususnya untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045.
(Red)

Kabar7News, Lombok – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman bersama rombongan melaksanakan peninjauan progres rehab rekon terpadu pembangunan rumah pasca gempa di Lombok.

Hal tersebut disampaikan Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 162/WB, Mayor Inf Dahlan, S.Sos.,dalam rilis tertulisnya di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (26/10/2019).

Diungkapkan Kapenrem, peninjauan ini dalam rangka melihat secara langsung sejauh mana progres rehab rekon terpadu yang dilaksanakan prajurit di Dusun Menggala Barat, dan di Dasan Lontar Dusun Teluk Kombal, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

“Wakasad pun mengaku puas atas progres rehab rekon terpadu pembangunan rumah korban bencana gempa bumi ini,” ujarnya.

Dikatakan pula, sebelum
tiba di lokasi, Wakasad terlebih dahulu mendengarkan pemaparan dari Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, terkait progres rehab rekon terpadu.

“Setelahnya dilanjutkan dengan sesi dialog bersama para prajurit anggota Satgas rehab rekon sambil meninjau bangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) yang sedang dibangun,” jelasnya.

Lanjut Dahlan, dihadapan prajurit, Jenderal Bintang Tiga ini memberikan semangat dan motivasi kepada personel yang bertugas dengan harapan target progres rehab rekon tercapai hingga Desember mendatang.

“Semoga dengan pembangunan rumah ini, para korban bencana gempa dapat terbantu, dan bencana tak lagi menimpa kita semua, ujarnya mengutip pernyataan Wakasad.

Dikatakan pula, bantuan yang diberikan pemerintah dan TNI untuk meringankan beban masyarakat yang menjadi korban gempa. Warga yang rumahnya rusak bisa memperbaiki dan dibangun kembali.

“Apa yang diberikan agar dipelihara dengan baik, dan juga kita doakan bagi semua yang membantu,” tuturnya.

“Mari kita bekerja dengan ikhlas dalan meringankan beban saudara kita yang tertimpa bencana,” pungkas Kapenrem.

Turut serta mendampingi Wakasad dalan peninjauan ini Pangdam IX/Udy, Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., Kasdam Brigjen TNI Kasuri, dan Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani.

Sedangkan di lokasi kunjungan juga terlihat hadir mendampingi Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana, Kabagdukops Binda NTB Kolonel Inf Andi Baso, Danlanud ZAM Kolonel Nav Budi Handoyo, Danlanal Mataram Kolonel Laut (P) Dados Raino, Kepala Pengadilan Negeri NTB Amriyat, SH. MH., Bakesbangpoldagri NTB Lalu Syafi’i, para Dandim dan Kabalak Satdisjan Korem 162/WB.
(Red)

Kabar7News, Ambon – Pengelola Bandar Udara Pattimura Ambon, Maluku, akan menggelar simulasi penanganan kondisi darurat pada 30 Oktober 2019 pukul 15.00 -22.00 WIT.

“Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) merupakan upaya menguji kesiapan petugas Bandara Pattimura Ambon dalam menghadapi kondisi darurat di bandara,” kata General Manager Angkasa Pura I Bandara Pattimura Ambon, Amiruddin Florensius di Ambon, Sabtu (26/10/2019).

Ia mengatakan rangkaian simulasi PKD terbagi dalam tiga latihan, yaitu darurat keamanan, simulasi penanggulangan bencana gempa bumi dan kebakaran, serta simulasi kecelakaan pesawat terbang.

Simulasi akan dimulai pukul 15.00-17.00 WIT untuk latihan darurat keamanan, pukul 16.00-18.00 WIT untuk latihan menghadapi gempa dan kebakaran dilanjutkan pukul 20.00-22.00 WIT untuk simulasi kecelakaan pesawat.

“Simulasi akan dimulai sore hingga malam hari mengingat jadwal operasional Bandara Pattimura dimulai pukul 06.00-23.00 WIT, karena itu kami mohon para penumpang tetap tenang saat mendengar fire alarm, serta pelayanan bandara tetap berjalan normal,” katanya.

Amiruddin menjelaskan latihan ini merupakan upaya menguji dokumen Airport Emergency Plan (AEP) dan Airport Security Program (ASP) serta fungsi komando, komunikasi, dan koordinasi.

Pihaknya berharap setiap personel di Bandara Pattimura dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk menguji, melatih, sekaligus memantapkan kemampuannya sesuai dengan bidang tugas masing-masing dalam menanggulangi keadaan darurat.

“Skenario disusun tim pembina latihan dari AP 1 Jakarta, untuk menguji personel di Bandara Pattimura menghadapi situasi keamanan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya,” ujarnya.

Diakuinya, PKD tahun 2019 ini memiliki tantangan tersendiri karena latihan dilakukan malam hari, untuk meningkatkan kesigapan personel menghadapi keadaan darurat yang bisa terjadi kapan saja, tanpa mengenal waktu.

Latihan, lanjutnya, menjadi bukti komitmen AP I Bandara Pattimura Ambon untuk mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan dalam memberikan pelayanan jasa kepada para pengguna bandar udara.

“Simulasi PKD melibatkan komunitas bandara yang terdiri atas PT Angkasa Pura, Ground Handling, Otoritas Bandara, TNI, Polri, Bea Cukai, Karantina, Perusahaan Maskapai dan instansi terkait seperti Dishub, damkar dan RS dan puskesmas terdekat,” tandas Amiruddin.
(Red)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.