Kabar7News, Jakarta – Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi Kontingen Garuda (Konga) XX-S Monusco yang sedang bertugas di daerah konflik Democratic Republic Congo, Afrika, merayakan Idul Fitri dengan penuh suka cita, mengapa demikian ? Karena untuk tahun ini para Pasukan Garuda tersebut merayakan hari raya Idul Fitri dengan suasana berbeda, jauh dari keluarga dan kampung halaman. Namun tidak perlu khawatir, para chef yang biasa menyediakan makanan untuk para Prajurit Garuda bisa mengobati rasa rindu makan ketupat sayur, opor ayam, sate ayam, dan masih banyak lagi hidangan Indonesia lainnya.

Selaku Komandan Satgas Kizi TNI Konga XX-S Monusco, Letkol Czi Bambang Santoso, S.H, menyampaikan “Kita disini keluarga, jangan pernah merasa sendiri, kita harus tetap semangat hingga masa penugasan ini berakhir dan kembali ke tanah air”, ucapnya.

Ada sedikit pemandangan yang berbeda dari salah satu prajurit saat melepas rindu dengan kedua orang tua nya via videocall dengan mata yang berbinar “Sebagai Prajurit saya bangga punya masa muda hebat yang belum tentu dimiliki orang lain, menjaga perdamaian untuk  nama besar Indonesia dan Dunia,” kata Pratu Nanda Eka.

Hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022 M dirayakan di Bumi Nusantara Camp dengan mengundang para kontingen tetangga, seperti Tentara dari Negara Tanzania, Bangladesh, Nepal dan Afrika Selatan. Hal ini untuk mempererat kerja sama antar negara dan menjaga silaturahmi.

Semoga dengan hikmah Idul Fitri, para Pasukan Garuda yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI XX-S Monusco dapat menjalankan tugas dengan semangat dan selalu bersyukur, karena Prajurit Garuda yakin banyak Doa yang terus dipanjatkan oleh orang-orang yang mencintai mereka yang selalu menunggu untuk kembali ke tanah air dengan selamat, aman dan berhasil.

(Puspen TNI)

Kabar7News, Jakarta – Presiden Joko Widodo menyoroti situasi kemanusiaan di Afghanistan yang memburuk karena pemerintahan inklusif yang belum terwujud. Terkait hal itu, pemerintah Indonesia akan turut memberikan bantuan bagi rakyat Afghanistan.

Hal tersebut diutarakan Presiden saat berbicara secara virtual pada Sesi Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-13 di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (26/12/2021).

“Saat ini, pemerintahan inklusif belum terwujud. Situasi kemanusiaan memburuk. Sekitar 23 juta rakyat Afghanistan terancam krisis pangan. Bantuan kemanusiaan menjadi prioritas. Kami berkomitmen memberikan bantuan, termasuk untuk bantuan kapasitas,” ujar Presiden Jokowi.

Selain isu kemanusiaan, ada dua isu yang jadi perhatian Indonesia. Pertama, pemberdayaan perempuan. Presiden Jokowi mengingatkan bahwa penghormatan hak-hak perempuan adalah salah satu janji Taliban.

Berkaitan dengan hal tersebut, Indonesia ingin berkontribusi agar janji tersebut dapat dipenuhi, antara lain melalui Indonesia-Afghanistan Women Solidarity Network yang akan dimanfaatkan untuk kerja sama pemberdayaan perempuan ke depan.

“Kami juga siap memberikan beasiswa pendidikan bagi perempuan Afghanistan. Kami akan terus lanjutkan upaya pemberdayaan perempuan Afghanistan melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Kedua, kerja sama antarulama. Presiden Jokowi memahami betul peran penting ulama di masyarakat. Pada tahun 2018, Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan trilateral ulama Afghanistan-Pakistan-Indonesia untuk mendukung proses perdamaian.

“Meskipun situasi Afghanistan sudah berbeda, namun ulama tetap berperan penting. Kami siap memfasilitasi dialog antara ulama, termasuk ulama Afghanistan,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri I Gede Ngurah Swajaya.

(bpmi setpres)

 

Kabar7News, Jakarta – Dalam rangka mengembangkan perannya sebagai point of contact keamanan maritim nasional khususnya pada masa damai, setelah memenuhi undangan Turkish Coast Guard pada minggu lalu, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia juga melanjutkan kegiatan lawatan kesejumlah Coast Guard dan kali ini memenuhi undangan ke Mabes Coastal and Maritime Guarda Civil di Madrid, Spanyol, Kemarin.

Kedatangan kepala Bakamla RI disambut hangat oleh Kepala Coastal and Maritime Guarda Civil, Major General (Mayjen) Guarda Civil Carlos Crespo Romero beserta stafnya. Dalam sambutannya, Kepala Bakamla RI mengatakan bahwa perlu ada penguatan kapasitas melalui kerjasama antar institusi keamanan negara-negara karena globalisasi yang telah menghilangkan batas virtual negara telah meningkatkan risiko transnational organized crime. Ini ancaman bersama yang memerlukan pengetahuan yang luas dan bisa didapat melalui berbagi pengalaman (sharing best practice).

Dalam kesempatan menerima kunjungan Bakamla RI, Mayjen Carlos memaparkan tentang Guarda Civil dan khususnya Coastal and Maritime Guarda Civil yang dipimpinnya serta memperkenalkan puskodalnya.

Kedua kepala lembaga sepakat untuk membangun hubungan yang lebih intens dengan bertukar point of contact dalam rangka membuka jalan pertukaran informasi terkait keamanan dan keselamatan kapal-kapal Indonesia dan spanyol yang melintas di perairan kedua negara. Keduanya juga sepakat dalam waktu dekat akan menandatangani MoUnya. MoU tersebut akan berisi kesepakatan untuk capacity building dan trust building. Capacity building antara lain melalui kegiatan Diklat atau seminar dan trust building melalui pertemuan atau program pertukaran perwira/personel.

Dalam kunjungannya, Kepala Bakamla RI didampingi Deputi Jakstra Laksda Tatit Eko Wicaksono, Direktur Kebijakan Laksma Samuel Kowaas, Direktur Operasi Laut Laksma Suwito, Direktur Hukum Laksma Erry, Kabag Humas Kolonel Wisnu Pramandita dan Atase Pertahanan Indonesia Kolonel Pnb Agung Perwira Negara.

(humas bakamla)

Kabar7News, Jakarta – Kepala kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara resmi membuka The 58th International Association of Women Police di Hotel Meruorah, Labuhan Bajo NTT, Minggu, 7/11/2021.

Acara dibuka resmi oleh Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang dihadiri juga oleh Ibu Asuh Polwan RI Ny. Juliati Sigit Prabowo beserta pejabat utama Mabes Polri, perwakilan aparat penegak hukum dari negara sahabat, Polwan dari mancanegara, dan Polwan RI dari sabang sampai Merauke.

The 58th International Association of Women Police merupakan konferensi IAWP pertama dengan konsep Hybrid yang dapat di hadiri oleh peserta baik melalui platform online maupun offline

Jumlah peserta yang mengikuti konferensi IAWP berjumlah 980 peserta yang diikuti baik peserta dari internasional berjumlah 39 peserta dari 12 negara dan 2 organisasi internasional sementara Indonesia diikuti sebanyak 407 peserta dengan mengikuti ketentuan protokol kesehatan ditengah pandemi Covid 19 saat ini Selain itu dihadiri secara online oleh peserta internasional sebanyak 235 peserta yang terdiri dari 39 negara dan Indonesia sebanyak 299 peserta.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Tanjung Kompol Rosana Albertina Labobar yang merupakan salah satu Polwan RI di jajaran Polres Metro Jakarta Barat yang mengikuti kegiatan tersebut mengatakan sebelum acara pembukaan atau Opening Ceremony The 58th IAWP yang dibuka langsung oleh kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo

“Telah Dilaksanakan Parade Of Nations yang merupakan rangkaian kegiatan International Association of Women Police (IAWP) yang melibatkan dari 12 polwan mancanegara” ujar Kompol Rosana Albertina Labobar yang akrab disapa dengan sebutan Ocha, Minggu (7/11/2021).

Dalam Parade tersebut para polwan mancanegara menggunakan pakaian seragam kebesaran yang berlaku di masing-masing negara tak terkecuali dari polwan Republik Indonesia juga turut menggunakan berbagai varian seragam yang berlaku di kepolisian Negara Republik Indonesia

Dalam kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat manggarai barat khususnya Labuan Bajo, beberapa komentar positif diekspresikan termasuk keterlibatan beberapa element masyarakat dalam Parade of Nations untuk mempromosikan budaya setempat yang di tampilkan dalam Busana Tradisional NTT.

Acara ini juga dapat dijadikan sebagai media promosi potensi wisata labuan bajo, potensi budaya, dan potensi ekonomi Kawasan melalui pemberdayaan UMKM.

Selanjutnya, program terpenting dari konferensi ini adalah Training Sessions dimana terdapat 6 keynote meliputi Mendagri, Under Secretary General for Peace Operations dan 4 diantaranya adalah inspiring female leader dari tanah air seperti Menkeu, Menlu, Wamenparekraf, dan Wakapolda Kalimantan Tengah. Selain itu terdapat 65 pembicara yang akan berbagi keahlian, pengetahuan, pengalaman dan best practice untuk meningkatkan dan mencerahkan.

Adapun tema yang di angkat dalam konferensi IAWP tahun ini adalah “Women at The Center Stage of Policing” dengan 5 (lima) sub-thema meliputi: Women, Peace and Security, Women and Leadership, Police Women and Their Challenges, The Role of Women in Policing, Science, Technology and Policing, Current Issues on Transnational Crimes.

( **)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.