Kabar7News, Merauke – Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) Batalyon Infanteri Mekanis Raider (Yonif MR) 411/Pandawa Kostrad bekerjasama dengan Puskesmas Sota mengkampanyekan hidup sehat melalui kegiatan senam kebugaran kepada Ibu-ibu warga Kampung Yanggandur, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua, Minggu (13/10/2019).

Pelaksanaan gelar senam bersama tersebut, diikuti oleh 31 warga Kampung Yanggandur yang dipandu langsung oleh dua orang petugas kesehatan Puskesmas Sota dan empat orang personel Satgas dipimpin Dantonkes Letda Ckm Iwan Debri.

Para Ibu-ibu sangat antusias dan semangat mengikuti pemandu senam yang berdiri didepan mereka.

Menurut Dokter Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad Lettu Ckm dr. M. Akbar Ardiansyah, kegiatan senam bersama tersebut selain untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, juga untuk mempererat hubungan tali silaturahmi serta menjalin kekeluargaan dan komunikasi antara Satgas dan masyarakat, sehingga timbul rasa kebersamaan dan kekompakan.

“Senam kebugaran bersama  ini sekaligus mengkampanyekan hidup sehat kepada para kaum Ibu-ibu yang berada di wilayah perbatasan RI-PNG, karena senam memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita,” ujarnya.

Lettu Ckm dr. M. Akbar juga menyampaikan bahwa tak hanya mengajarkan pola hidup sehat kepada anak-anak sekolah, Satgas juga melakukan kampanye hidup sehat dan bugar kepada para Ibu-ibu melalui senam bersama yang dilaksanakan bersinergi dengan instansi kesehatan yang ada diwilayah tersebut.

“Sehat dan bugar merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk melakukan aktivitas sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, SKM Petugas Puskesmas Sota Ibu Fitriyani mengatakan bahwa kegiatan senam kebugaran bagi Ibu-ibu ini merupakan kegiatan rutin yang di gelar setiap bulannya.

“Bersama dengan Tim Kesehatan Satgas Yonif MR 411/Pandawa Kostrad, kegiatan senampun menjadi lebih berwarna karena Bapak-bapak TNI terlihat penuh semangat saat berdiri didepan memimpin jalannya senam,” ungkapnya.
(Red)


Kabar7News, Merauke – Dalam rangka mendorong peningkatan prestasi belajar siswa di sekolah, personel Pos Yanggandur Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad  memberikan Bimbingan Belajar (Bimbel) kepada anak-anak Sekolah Dasar (SD) di Kampung Yanggandur, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua, Kamis (3/10/2019).

Komandan Pos (Danpos) Yanggandur Letda Inf Mohamad Rizal Dwi Kuncoro dalam keterangnya mengatakan bahwa pemberian bimbingan belajar tambahan setelah pulang sekolah kepada anak-anak yang rumahnya dekat dengan pos adalah salah satu kepedulian Satgas guna meningkatkan prestasinya di sekolah.  “Kami ingin dapat membantu mencerdaskan mereka melalui bimbingan belajar ini, karena mereka semua adalah para generasi bangsa dimasa yang akan datang,” ujarnya.

“Senang rasanya melihat antusiasme dan kegembiraan anak-anak saat mengikuti bimbingan belajar. Di sela-sela kegiatan juga diberikan susu sebagai tambahan asupan gizi bagi mereka,” tambah Danpos.

Dalam kegiatan tersebut, 4 (empat) personel Pos Yanggandur yakni Sertu Ramdhan K., Praka Tatas Purwanto, Praka Agung Mustofa, Pratu Redho Slamet menjadi guru bimbel dan memberikan bimbingan belajar seperti pelajaran berhitung, menulis dan membaca, anak-anak juga dibimbing dalam mengerjakan PR sekolahnya secara bersama-sama.

“Bimbel ini sengaja dilaksanakan di pos karena ada sarana pendukungnya yakni perpustakaan mini, sehingga memudahkan untuk belajar. Kami bimbing mereka dengan penuh kasih sayang dan dengan suasana santai, namun mereka tetap dapat mencerna dan menerima pelajaran yang diberikan dengan baik,” tutur salah satu pembimbing Pratu Redho.

Di tempat terspisah, Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya, S.Sos., M.Han. menyampaikan sangat mendukung kegiatan positif yang dilakukan oleh personel Pos Yanggandur. “Mudah-mudahan melalui kegiatan bimbel ini dapat bermanfaat dan mendukung meningkatkan prestasi mereka (anak-anak) di sekolah,” harapnya.
(Red)

Kabar7News, Jakarta – Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua, Lenis Kogoya mengapresiasi permintaan maaf dari sejumlah pihak kepada masyarakat Papua. Tapi semua itu tidak cukup tanpa menghukum oknum-oknum yang telah bertindak rasis terhadap para mahasiswa Papua.

“Pihak-pihak yang mengeluarkan kata-kata rasis dan pejabat yang mengancam akan memulangkan mahasiswa Papua harus ditindak secara hukum. Bila itu dilakukan rakyat Papua akan memaafkan,” kata Lenis yang juga Staf Khusus Presiden bidang Papua kepada detik.com.

Sambil menunggu proses hukum berjalan, ia menyerukan agar semua pihak menahan diri dan tidak terus membesar-besarkan apa yang sudah terjadi. Lenis mengajak semuanya untuk merajut kembali persaudaraan dan tali kasih sesama warga bangsa. “Tidak perlu memberontak. Sebab orang Jawa juga ada di tanah Papua, orang Papua ada di Jawa. Jadi harus saling menjaga,” ujarnya

Selain itu, sebagai salah satu kepala suku kelahiran 5 Juli 1977 ia merekomendasikan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk membangun apa yang disebutnya Asrama Nusantara. Asrama ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti sarana olah raga hingga Balai Latihan Kerja.

Kepada Gubernur Papua dan Papua Barat juga harus saling babu-membahu bersama para kepala daerah di Jawa dan daerah lainnya untuk membina para pelajar dan mahasiswa asal Papua. “Selain itu, harus ada pertukaran CPNS seperti yang sudah dilakukan Wali Kota Surabaya, Ibu Risma (Tri Rismaharini),” kata Lenis.

Ia mengungkapkan, salah satu lurah di Surabaya adalah warga yang berasal dari Papua. Begitu juga dengan satuan polisi pamong praja dan di dinas-dinas lainnya diisi oleh orang Papua. Langkah semacam ini akan menumbuhkan saling percaya dan kecintaan antar warga, sekaligus menumbuhkan semangat Bhineka Tunggal Ika.

“Malah Ibu Risma itu sejak lama mendatangkan ibu-ibu dari Papua ke Surabaya untuk diberikan berbagai pelatihan. Itu luar biasa sekali apa yang dilakukan Mama Risma,” Lenis menegaskan.

Pada bagian lain, Lenis menanggapi sejumlah isu lain seperti pelaksanaan otonomi khusus di Papua yang sudah berjalan sekitar 20 tahun hingga kisah awal kedekatannya dengan Presiden Joko Widodo. Selengkapnya, saksikan Blak-blakan Lenis Kogoya, “Memadamkan Bara Papua”.
(sumber: detikNews)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.