Kabar7News, Samarinda – KN Kuda Laut 403 melaksanakan perbantuan kapal tongkang TB MC 09 – BG Bulesko IV yang mengalami kandas akibat arus air kencang di perairan alur masuk Muara Pegah, Samarinda, Selasa (21/6/2022).

Sebelumnya, KN Kuda Laut 403 yang dikomandani Mayor Bakamla Nendra Jati Prawira sedang melaksanakan patroli keamanan dan keselamatan laut di perairan Samarinda melihat kontak kapal tongkang berhenti di jalur pelayaran. Situasi jalur padat keluar masuk kapal di muara pegah, membuat situasi sangat berbahaya apabila ada kapal berhenti.

Guna memastikan keadaan kapal tongkang, Mayor Bakamla Nendra melakukan komunikasi lewat jalur radio kepada TB MC 09-BG Bulesko IV. Hasil komunikasi didapati bahwa kapal tongkang mengalami kandas akibat arus kencang sehingga kapal terdorong ke air yang dangkal.

Setelah itu, Mayor Bakamla Nendra memerintahkan untuk menerjunkan tim VBSS guna melaksanakan pemeriksaan dan perbantuan dengan menggunakan unsur RHIB.

Disisi lain, KN Kuda Laut-403 juga melaksanakan pengamanan jalur pelayaran dan menginformasikan lewat channel 16 kepada kapal yang hendak melewati jalur alur masuk Muara Pegah. Diinformasikan, agar kapal menghindar dan berhati-hati apabila hendak melewati jalur pelayaran di titik koordinat 00° 58′ 30″ S – 117° 19′ 32″ T.

Hasil pemeriksaan, ketua tim VBSS menyarankan kepada nahkoda guna keamanan dapat menunggu air pasang tinggi agar membebaskan tongkang dari kedangkalan dengan dibantu 2 tugboat. Selain itu, KN Kuda Laut-403 juga melaksanakan komunikasi dengan Syahbandar setempat agar dapat membantu dengan tugboat jika nahkoda tidak berhasil membebaskan tongkang.

Mayor Bakamla Nendra menyampaikan kepada jajarannya tetap siaga memantau kapal yang kandas termasuk pengamanan jalur pelayaran sekitar kapal tongkang sampai dengan perbantuan datang untuk evakuasi.

Sampai dengan berita ini diturunkan, KN Kuda Laut-403 terus melaksanakan pengamanan pelayaran disekitar kapal tongkang yang mengalami kandas.

(Humas Bakamla RI)

Kabar7News, Jakarta – Atas kejadian penembakan terhadap prajurit TNI di Yalimo Papua, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M., mengutuk keras aksi biadab yang dilakukan oleh pelaku penembakan.

Kasad memerintahkan kepada Pangdam XVII/Cenderawasih, untuk mengejar pelaku penembakan sampai dengan diketemukan dan dilakukan proses secara hukum.

Kasad juga memerintahkan kepada seluruh prajurit TNI AD yang melaksanakan tugas di daerah operasi, untuk tidak ragu-ragu bertindak tegas terhadap pihak-pihak tertentu yang mengancam keselamatan pribadi maupun masyarakat sekitar dan untuk terus meningkatkan kewaspadaan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Selaku pimpinan TNI AD, Kasad turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan akan mengurus hak-hak almarhum serta memperhatikan masa depan keluarganya.

(Dispenad)

Kabar7News, Jakarta – Sinergi Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Bakamla RI Sambas, Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala), Pos SAR Sintete, Satpolairud Sambas, Polsek dan Koramil Selakau membuahkan hasil atas pencarian nelayan yang sempat dikabarkan hilang selama dua hari di perairan Sedau, Kota Singkawang, kemarin.

Korban atas nama Riski Kurniawan (15) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar 15 Nautical Mile (NM) dari lokasi dilaporkan hilang.

Sejak diterima laporan adanya nelayan yang hilang hari Minggu (27/3) silam, Tim SAR Gabungan mulai melakukan pencarian. Proses pencarian tidak berhenti hingga sekira pukul 03.30 WIB hari ini (29/3), terlihat terdapat sebuah objek mengapung di Perairan Sedau. Tim SAR Gabungan lantas mendekati objek tersebut untuk memastikan. Setelah didekati ternyata objek tersebut adalah korban yang dilaporkan hilang.

Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga di Dusun Nahoda, Desa Kuala Selakau, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas. Dengan ini operasi SAR Gabungan dinyatakan ditutup.

(Humas Bakamla RI)

Kabar7News, Jakarta – Ikhtiar tiada lelah terus dilakukan para korban asuransi unit link. Koordinator Komunitas Korban Asuransi dari Prudential, AXA Mandiri dan AIA, Maria Trihartati, mengatakan pihaknya terus berjuang untuk mendapatkan keadilan.

“Kami akan meminta dukungan dan mendesak negara untuk membantu para korban mendapatkan keadilan atas kerugian yang telah dialami selama ini,” kata Maria dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Minggu (27/3/2022).

Salah satu usaha yang dilakukan, kata Maria, pihaknya telah berusaha menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor pada Minggu. Meski tak bisa bertemu Presiden, dia mengaku, akan terus berusaha untuk ke Istana Negara di Jakarta.

“Pada 17 Februari lalu, Sekretariat Negara sudah mengirimkan surat perintah kepada Otoritas Jasa Keuangan untuk audensi dengan kami, tapi sampai saat ini belum ada juga audensi dari OJK. Jadi sekarang ini kami akan mencoba menemui Bapak Presiden di Istana Bogor. Semoga usaha kami ini bisa didengar Bapak Presiden,” ujarnya.

Selain berusaha meminta dukungan dari presiden, Maria dan kawan kawan akan menemui DPR RI. Ia mengaku pertemuan yang sudah dilakukan pada Jumat pekan lalu dengan Fraksi Nasdem diharapkan bisa direspons oleh anggota legislator.

“Kami hanya meminta mereka (anggota DPR) memanggil para perusahaan asuransi untuk dipertemukan dengan kami sebagaimana yang pernah dijanjikan pada RDPU (Rapat Dengar Pendapat Umum) yang lalu,” kata ibu rumah tangga asal Lampung ini?

Maria juga menambahkan lembaga negara yang juga menjadi perhatian untuk mendapatkan keadilan adalah kepolisian RI.

Ia mengatakan pihaknya meminta kapolri atau pihak Bareskrim untuk bisa merespons pengaduan yang sudah dilakukan para komunitas korban asuransi.

“Sekali lagi kami meminta agar pengaduan kami kepada Bareskrim (Polri) bisa ditindaklanjuti. Ini jadi harapan kami,” katanya.

Maria menjelaskan tuntutan utama yang diminta adalah pengembalian dana secara utuh (full refund). Sejauh ini, kata dia, pihaknya sudah menerima pengaduan hampir 350 korban unitlink dari tiga perusahaan asuransi.

“Mereka yang mengadu melalui kami sebagai komunitas korban asuransi ini berasal dari seluruh Indonesia. Sebagian besarnya adalah orang orang yang sebenarnya tidak sesuai untuk memiliki asuransi unit link,” katanya.

(**)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.