Kabar7News, Ambon – Rencana eksekusi lahan di kawasan Negeri Batu Merah ditunda Polda Maluku. Penundaan eksekusi putusan pengadilan ini diambil karena adanya ketidaksiapan instansi terkait dalam mengantisipasi dampak sosialnya.

Hal itu disampaikan Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, SH., M.Hum di Ambon, Minggu (27/3/2022). Kapolda mengaku pihaknya tidak mencampuri proses hukum perdata tersebut.

“Kami tidak mencampuri proses hukum, Polri netral. Kami hanya melihat adanya ketidaksiapan instansi terkait dalam mengantisipasi dampak sosial yang akan ditimbulkan,” katanya.

Kapolda berharap eksekusi lahan yang akan dilakukan dapat tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat, serta semua pihak atau instansi terkait. Ini penting dilakukan agar dampak sosialnya bisa diminimalisir, sehingga berakhir secara aman, kondusif dan tidak mengganggu ketertiban umum.

Mantan Kapolda Nusa Tenggara Timur ini mengaku akan mengkomunikasikan persoalan tersebut dengan pihak-pihak terkait, termasuk berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda).

“Kita akan berkomunikasi dengan semua pihak terkait dan berkoordinasi dengan Pemda, karena dampak giat tersebut pasti membawa pengaruh besar dalam kehidupan dan aktivitas masyarakat sehari hari,” jelasnya.

Olehnya itu, Orang nomor 1 Polda Maluku  ini menghimbau masyarakat dan semua pihak untuk dapat menahan diri, khususnya Penasehat Hukum masing-masing.

“Kami harap Penasehat Hukum agar tidak menyampaikan statemen-statemen yang provokatif di masyarakat dan jangan ganggu atau korbankan kepentingan umum. Polri akan menindak tegas dari kedua pihak bila menggangu ketertiban umum dan meresahkan masyarakat,” tegasnya.

(**)

 

Kabar7News, Ambon – Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, SH., M.Hum, menegaskan bahwa sikap polri tetap netral dalam persoalan eksekusi lahan di Negeri Batu Merah, Kota Ambon.

“Kita tidak mencampuri proses hukum perdata, dan menghormati putusan hukum tersebut,” tegas Kapolda di Ambon, Minggu (27/3/2022), menepis tudingan sejumlah pihak yang menganggap Polri tidak netral.

Langkah penundaan eksekusi lahan yang dilakukan, ungkap mantan Kapolda Nusa Tenggara Timur ini, diambil karena pihaknya melihat adanya ketidaksiapan instansi terkait dalam mengantisipasi dampak sosialnya.

“Ada pertimbangan teknis yang dinilai belum siap dari instansi terkait terhadap dampak pelaksanaan kegiatan tersebut, sehingga Polda menunda giat tersebut,” ujarnya.

Pelaksanaan eksekusi lahan diharapkan bisa tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat, serta semua pihak yang terkait. Ini penting dilakukan agar dalam pelaksanaan eksekusi nantinya dapat berjalan aman dan kondusif di lapangan.

Orang nomor 1 Polda Maluku ini menghimbau semua pihak untuk dapat menahan diri, khususnya Penasehat Hukum masing-masing.

“Kami harap Penasehat Hukum agar tidak menyampaikan statemen-statemen yang provokatif di masyarakat dan jangan ganggu atau korbankan kepentingan umum. Polri akan menindak tegas dari kedua pihak bila menggangu ketertiban umum dan meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Mantan Komandan Korps Polairud Baharkam Polri itu mengaku akan mengkomunikasikan persoalan tersebut dengan pihak-pihak terkait, termasuk berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah.

“Kita akan berkomunikasi dengan semua pihak terkait dan berkoordinasi dengan Pemda, karena dampak giat tersebut pasti membawa pengaruh besar dalam kehidupan dan aktivitas masyarakat sehari hari,” pungkasnya.

(**)

Kabar7News, Jakarta – Koordinator korban asuransi AIA, AXA dan Mandiri Prudential, Maria Trihartati
mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna bereskan dugaan penipuan oleh ketiga asuransi yakni AIA, AXA dan Mandiri Prudential. Dimana kasus ini telah disampaikan ke OJK sejak 6 Desember 2021 lalu.

“Saya berharap Ketua OJK yaitu Bapak Wimbo mau menemui kami untuk audiensi dengan kami untuk mendengarkan langsung keluhan kami,” ujarnya di lokasi penyampaikan aspirasi, Jl Budi Kemudian, Jakarta, Selasa (22/3/2022).

Maria menilai permasalahan yang pihaknya alami adalah kejahatan korporasi yang terstruktur, sistematis dan masif.

“Kalau di Pridudential agennya menawarkan tabungan pendidikan, tabungan hari tua cukup 10 tahun uang akan kembali penuh. Terus masih mendapat manfaat kesehatan sampai usia 90 tahun,” jelasnya.

Dia mengungkapan bahwa pada saat para marketing menemui calon korban cara marketing tersebut membawa ilustrasi dengan kenaikan investasi, 5 persen, 10 persen dan 15 persen. Dari hasil investasi itu kembali dapat mengcover hingga usia 90 tahun.

Adapun Komunitas korban asuransi AIA, AXA dan Mandiri Prudential hari ini mengadakan aksi damai di kantor Otoritas Jasa Keuangan bagian edukasi dan perlindungan konsumen Radius Prawiro dimana para korban berasal dari Jabodetabek, dan dari luar Jakarta.

Korban sepakat untuk tetap meminta pertanggungjawaban OJK yang telah sangat sangat lalai dalam hal pengawasan dan perlindungan terhadap konsumen.

“Korban asuransi sekitar 300 orang, saat ini kami ada sekitar 30 orang. Adapun kerugian dari 6 juta hingga ratusan juta,” keluhnya.

(wem)

 

Kabar7News, Jakarta – Walikota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko melakukan kunjungan silaturahmi dalam rangka Program Jum’at Berfaedah untuk memberikan bantuan sumbangan dana Operasional Masjid, santunan Anak Yatim Piatu, bantuan alat-alat berupa kursi roda, tongkat dan alat peraga lainnya khusus bagi penderita disabilitas dan yang terganggu kesehatan warganya di Masjid Annur Kota Intan, Jl. Nelayan Timur No.1 RT 07/08 Kel Pinangsia Kec Tamansari Jakarta Barat, Jum’at (11/3/2022).

Pada kesempatan ini hadir aparat Pemkot Jakarta Barat, Para Alim Ulama, Ketua DMI Jakarta Barat KH. Zainal Arifin, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Jakarta Barat KH.Badri Usman, Ketua BAZNAS BAZIS Jakarta Barat Heru, Camat Tamansari Agus Sulaeman, Lurah Pinangsia Kec.Tamansari Bing Slamet serta Para Tokoh Masyarakat setempat.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta Barat KH. Zainal Arifin yang mewakili Walikota Jakarta Barat menyampaikan dalam kata sambutannya mengenai program yang dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan bahwasannya Program Jum’at Berfaedah dalam rangka kunjungan silaturrahmi ke seluruh tokoh masyarakat baik yang beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Kong Hu Cu dan program ini dalam rangka memberikan bantuan sosial baik dana hibah, rumah warga yang tidak layak huni untuk di renovasi, santunan anak Yatim Piatu dan bantuan alat berupa kursi roda dan tongkat bagi penyandang disabilitas utk seluruh warga DKI Jakarta, khusunya untuk Wilayah Jakarta Barat oleh Walikota Jakarta Barat.

Sementara Ketua DKM Annur Kota Intan H. Edi Suryadinata dalam kata sambutannya menyampaikan rasa terima kasih tak terhingga kepada Bapak Walikota Jakarta Barat beserta Jajaran Aparat terkait lainnya serta Tim Jum’at Berfaedah yanag telah memberikan bantuannya berupa dana bantuan kepada masjid, santunan Anak Yatim Piatu, serta bantuan alat2 kesehatan bagi penyandang disabilitas.

“Semoga Allah SWT meridhoi dan memberikan ganjaran yang setimpal atas amal baik dan amal ibadah serta shodaqoh jariyah ini yang akan menolong Walikota Jakarta Barat beserta Jajaran yang terkait di Yaumil akhirat nanti,” kata Edi Suryadinata.

Pertemuan silaturrahmi dan ramah tamah ini diakhiri dengan makan bersama Walikota Jakarta Barat beserta jajarannya, Para Alim Ulama dan Tokoh Masyarakat di lingkungan Wilayah Jakarta Barat bersama Pengurus DKM Annur Kota Intan dan Para Jamaah yang hadir ba’da sholat Jum’at.

(red)

Kabar7News, Ambon – Satu unit longboat berpenumpang 15 orang tenggelam di perairan Pulau Kabat, Kecamatan Leksula, Kabupaten Buru Selatan, Kamis (20/1/2022) sekitar pukul 08.10 WIT.

Beruntung, seluruh penumpang berhasil diselamatkan. Hanya saja, hasil perkebunan seperti 60 ikat pisang dan 11 karung berisi cili tak bisa diselamatkan.

Kecelakaan laut tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Rum Ohoirat. Menurutnya, peristiwa itu berawal ketika longboat yang dikemudikan Sudirman Marua, 51 tahun, yang dibantu Sahril Defenubun, 20 tahun, bergerak dari Desa Sekat, Kecamatan Kepala Madan, Buru Selatan, sekitar pukul 04.00 WIT. Longboat naas berwana putih itu hendak menuju Leksula.

“Iya benar. Ada longboat berpenumpang 15 orang terbalik. Longboat itu juga membawa barang berupa pisang dan cili. Semua penumpang berhasil diselamatkan,” kata Rum.

Longboat naas itu diketahui berangkat dengan kondisi cuaca lautan yang kurang bersahabat. Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), atau di perairan Pulau Kabat, longboat dihantam ombak dari samping kiri dan kanan.

“Karena dihantam ombak dari sisi kiri dan kanan, menyebabkan air masuk ke dalam body dan perlahan-lahan tenggelam,” jelasnya.

Saat kejadian itu berlangsung, para penumpang kemudian melompat keluar menggunakan papan alas body. Kurang lebih 10 menit, muncul longboat “Mala” dari Desa Sekat yang kebetulan melintas.

“Body Mala itu kemudian memberikan informasi ke Leksula untuk meminta bantuan dan mengevakuasi korban,” kata dia.

Aparat Polsek Leksula yang mendapat kabar tersebut, kata Rum, kemudian bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Tim dipimpin langsung oleh Kapolsek Leksula AKP. Obed.N.R dan Camat Leksula Rein Tasane.

“Namun saat tiba di TKP, seluruh korban telah diselamatkan oleh body “Sinar Palea” asal Desa sekat yang juga kebetulan lewat,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, aparat Polsek Leksula kembali berkoordinasi dengan pihak kesehatan setempat untuk memastikan kondisi korban selamat dalam keadaan sehat, terutama bagi anak-anak kecil.

Juru bicara Polda Maluku ini mengaku seluruh penumpang berhasil diselamatkan. Mereka kini menunggu tranportasi untuk kembali ke Desa Sekat.

“Kerugian yang dialami dalam musibah itu yakni uang Rp.7 juta milik sopir, uang Rp.1,5 juta milik Jihan Tueka, dan 60 ikat pisang dan 11 karung cili yang ditaksir seharga kurang lebih Rp. 16.500.000,” tandasnya.

Berikut identitas seluruh korban selamat dari kecelakaan laut yang berasal dari Desa Sekat:

1. Sudirman Marua (51)
2. Sahril Defenubun (20)
3. Jahama (58)
4. Nurian Kolengsusu (50)
5. Warati Wance (34)
6. Tuty Ipa (32)
7. Astari Ipa (30)
8. Mohtar Limau (52)
9. Bayang Flores (40)
10. Jihan Tueka (23)
11. Nijam (3)
12. Enjel Flores (3)
13. Arsila Humaira (3 bulan)
14. Sutiono (43)
15. Budi (48), warga Medan (Sumut).

(**)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.