Kabar7News

Kabar7News, Merauke – Anggota TNI Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) Batalyon Infanteri Mekanis Raider (Yonif MR) 411/Pdw Kostrad, terpanggil untuk membantu meningkatkan ilmu pengetahuan kepada murid Sekolah Dasar di wilayah perbatasan.

Seperti yang dilakukan oleh Praka Angghi Budi Setiawan dan Pratu Imam Safe’i anggota Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad, ikut membantu memberikan ilmu pengetahuan dengan menjadi tenaga pendidik kepada anak siswa-siswi di SD YPK Sota, Kampung Sota, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua.

Dengan niat ikut andil dalam mencerdaskan pelajar di wilayah perbatasan, anggota TNI yang berada di Pos Kout turut membagi ilmunya. Dengan penuh keceriaan, siswa-siswi kelas 3 dan 4 SD YPK Sota menerima pelajaran membaca, menulis dan berhitung.

“Ketika hari pertama kami datang mengajar, ditemui masih banyak siswa-siswi kelas 3 dan 4 yang belum bisa membaca. Hal itu membuat kami tersentuh untuk bisa mencerdaskan anak-anak sekolah yang berada di perbatasan ini, karena mereka adalah masa depan bangsa,” kata Praka Angghi selaku pengajar.

Wadansatgas Pamtas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Ilham Datu Ramang di Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua, Rabu (4/9/2019) mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program Satgas, selain melaksanakan tugas pokoknya menjaga keamanan di perbatasan RI-PNG juga turut serta mencerdaskan anak-anak sekolah di tempat penugasan.

“Saat pelaksanaan latihan pra tugas, para prajurit telah dibekali pengetahuan sebagai tenaga didik, sehingga secara keilmuan dan mental, mereka memang disiapkan untuk itu. Oleh karenanya, bekal dan tata cara mengajar yang baik dan mudah dipahami oleh murid yang mereka dapatkan, menjadi modal untuk diaplikasikan di daerah penugasan ini,” jelasnya.

Mayor Inf Ilham berharap dengan kehadiran personel Satgas di sekolah-sekolah, dapat meningkatkan motivasi dan semangat pelajar dalam mengikuti pelajaran, serta dapat berperan untuk memajukan pendidikan di daerah perbatasan sama seperti pendidikan yang ada di perkotaan, karena mereka generasi penerus bangsa Indonesia.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD YPK Sota Semuel Supusepa, S. Pd., mengucapkan terima kasih kepada anggota TNI Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad yang telah bersedia membantu mengajar. “Semoga murid-murid di sekolah kami semakin bersemangat dan termotivasi untuk terus belajar dan meraih prestasi setinggi-tingginya,” katanya.
(Red)


Kabar7News, Tangerang – Seorang peserta BPJS Kesehatan bernama Gow Ong Bih dengan Nomor 0001455065008, tak habis berpikir dengan status kepesertaannya yang dinyatakan meninggal. Keterangan meninggal tersebut didapat saat peserta mendaftar berobat rutin di RSU Siloam, Karawaci, Tangerang. Kamis, (05/09/2019).

Sekitar pukul 8.30wib, Gow bersama istri dan diantar anaknya, mendaftar untuk berobat (rutin setiap awal bulan) di Poli Jantung RSU Siloam. Saat didepan loket pendaftaran, petugas penerimaan pendaftaran menjelaskan. “Maaf Pak, ini yang bisa berobat hanya Ibunya saja, karena disini status kepesertaan BPJS atas nama Gow Ong Bih, keterangannya ‘Meninggal”, kata petugas sambil memperlihatkan layar komputer.

Dengan penjelasan petugas, serentak pasien dan keluarga kaget. Kemudian diarahkan agar telpon ke Customer Servis BPJS di 1500400.

Saat telpon 1500400 dilayani CS bernama Vita yang memberikan penjelasan.

“Status kepesertaan atas nama dan nomor tersebut didata kami status kepesertaannya meninggal pak, mohon maaf”, jelas Vita.

“Didata kami keterangannya di tanggal 26 Agustus 2019 kepesertaan meninggal pak”, lanjut Vita.

Vita menjelaskan keterangan status tersebut didapat dari pusat, dan untuk kejelasannya pihak keluarga diarahkan ke Kantor cabang terdekat. Vita juga menjelaskan, Customer Servis hanya bisa menjelaskan sebatas itu, dikarenakan berbeda kantor dengan bagian data.
(Affry)


Kabar7News, Jakarta –  Masyarakat Papua khususnya yang berada di wilayah Jayapura sangat antusias menyaksikan Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI tahun 2019 yang digelar di Papua, khusunya Jayapura dan Wamena yang dilaksanakan secara bersamaan, Rabu (04/09/2019).

Antusiasme warga masyarakat terlihat dengan hadirnya para tokoh adat, tokoh masyarakat, pelajar dan masyarakat umum yang berada disekitar Lanud Silas Papare Sentani, Jayapura, Papua. Tampak ratusan warga memadati Baseops Lanud Silas Papare yang menjadi tempat latihan penerjunan tentara langit yang berasal dari Batalyon Infantri (Yonif) 501 Para Raider Divisi 2 Kostrad yang dipimpin langsung oleh Danyon 501 Bajra Yudha Letkol Inf Risa Wahyu Pudji Setiawan.

Sebagian besar masyarakat sangat kagum setelah menyaksikan satu persatu prajurit TNI meloncat keluar dari pesawat dan membuka parasut yang dipakainya, kemudian mengembangkan sebelum mendarat.  Untuk dapat melakukan penerjunan dengan sempurna, para peterjun dipandu oleh Tim Kendali Depan Operasi Linud (KDOL) dari Paskhas yang dipimpin oleh Dantim KDOL Mayor Paskhas Jhon Siregar.

Salah seorang warga yang turut menyaksikan Latihan PPRC TNI tahun 2019 mengatakan sangat bangga dan kagum akan kehebatan TNI dalam melaksanakan latihan tersebut. “Bagi kami warga masyarakat sangat bangga dengan adanya latihan PPRC yang dilaksanakan di Jayapura, karena dengan latihan ini TNI telah menunjukkan kepada masyarakat khusunya Jayapura bahwa TNI sangat professional, sehingga dapat memberikan rasa aman dan mengayomi masyarakat pasca terjadinya demontrasi beberapa hari lalu yang berujung anarkis dan rusuh,” ungkapnya.

Menurutnya, TNI sangat dibutuhkan kehadiranya di Jayapura untuk dapat membuat masyarakat merasa aman dan kami berharap dalam waktu dekat setelah kehadiran TNI dan Polri di tanah Papua kondisi keamanan segera pulih seperti semula. “Kami sangat bangga kepada TNI dan Polri, karena itu NKRI harga mati,” katanya.

Sementara itu, Drs Tajuddin salah satu tokoh masyarakat yang berasal dari kerukunan keluarga Sulawesi yang telah menetap di Jayapura sejak tahun 1970 mengemukakan bahwa  kehadiran TNI sangat-sangat dubutuhkan untuk membuat kondisi masyarakat di Jayapura kembali kondusif. “Pasca demontrasi yang  terjadi beberapa hari lalu, TNI dan Polri telah menunjukan kepada kita semua sebagai warga masyarakat Jayapura  bahwa TNI  mampu melindungi, mengayomi  dan  memberikan rasa aman bagi masyarakat Papua baik warga pendatang maupun masyarakat setempat,” ungkapnya.

Menurut Tajuddin, dengan Latihan PPRC TNI dapat meningkatkan kemampuan TNI dalam melaksanakan tugasanya terutama dalam memberikan rasa aman bagi warga masyarakat. “Dengan adanya latihan ini juga masyarakat smakin bangga kepada TNI karena telah menunjukan latihan terjun payung dengan sangat profesional,” katanya.

Latihan PPRC TNI tahun 2019 yang dilaksanakan di Jayapura dan Wamena tersebut disaksikan langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kapolri Jenderal Pol Prof H.M. Tito Karnavian yang didampingi oleh para Pejabat Teras Mabes TNI, Mabes Angkatan dan Mabes Polri.
(Red)


Kabar7News, Jakarta – Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) adalah untuk meningkatan profesionalitas dari prajurit TNI, dan latihan tahun ini di bawah pembinaan Divisi-2 Kostrad yang berada di Malang, Jawa Timur.

Demikian dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. di hadapan awak media usai menyaksikan secara langsung Latihan KesiapsiagaanPPRC TNI Tahun 2019 di Lanud Silas Papare Sentani, Jayapura, Papua. Rabu, (04/09/2019).

Panglima TNI menyampaikan bahwa latihan PPRC TNI 2019 dimaksudkan untuk Kesiapsiagaan Pasukan PPRC di wilayah Indonesia Timur. “Latihan diadakan di Sentani dan Wamena,” ucapnya.

Di Sentani, unit PPRC yang diterjunkan sejumlah 92 prajurit dari Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 501/Bajra Yudha dalam tiga kali penerjunan dari Pesawat Angkut C-130 Hercules. Dan di Wamena sebanyak 64 prajurit.

“Latihan dipimpin langsung oleh Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI Achmad Marzuki. Alhamdulillah semua berlangsung dengan lancar, aman dan tujuan dari latihan ini tercapai,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Di sisi lain, Panglima TNI mengungkapkan bahwa kondisi keamanan di Jayapura saat ini sudah aman dan kondusif. “Tadi malam saya bersama Kapolri telah memantau situasi di Jayapura,” ucapnya.

“Kalau kondisi Jayapura aman dan kondusif, kita segera melakukan rehabilitasi di Jayapura dan seluruh kegiatan masyarakat dan perekenomian sudah lancar,” tutup Panglima TNI.

Latihan PPRC TNI Tahun 2019 dengan tema “Divisi 2 Kostrad Melaksanakan Operasi Linud di Wilayah Papua Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI” bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan prajurit Divisi 2 Kostrad dalam melaksanakan latihan operasi Linud secara berhasil dan berdaya guna.

Latihan PPRC TNI juga untuk menguji konsep rencana operasi yang telah di revisi sebagai hasil dari proses pengambilan keputusan Komandan PPRC TNI dan Staf dalam rangka mengantisipasi dan merespon kemungkinan kontijensi yang timbul di wilayah tertentu sesuai rencana operasi yang telah disusun.

Turut serta mendampingi Panglima TNI diantaranya Kapolri Jenderal Pol Prof H.M. Tito Karnavian, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, Aslog Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Yoshua Pandit Sembiring, Danlantamal X Brigjen TNI (Mar) Nurri Andrianis Djatmiko, Danlanud Silas Papare Marsma TNI Tribowo Budi Santoso, Walikota Jayapuran Benhur Tommy Mano.
(Red)


Kabar7News, Merauke – Menjelang peringatan Hari Jantung Sedunia pada tanggal 29 September mendatang, personel Batalyon Infanteri Mekanis Raider (Yonif MR) 411/Pdw Kostrad yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) mengajarkan pola hidup sehat kepada anak-anak sekolah dengan tema “Sayangi Jantungku-Jantungmu”, bertempat di SD Inpres Rawabiru, Distrik Sota, Merauke, Papua, Selasa (3/9/2019).

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad, Mayor Inf Rizky Aditya, S.Sos., M.Han., di Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua, Rabu (4/9/2019) menjelaskan bahwapada hari Selasa, 3 September 2019 personel Pos Rawabiru yang dipimpin Bintara Kesehatan (Bakes) Serka Abdul Hanif mengajarkan siswa-siswi SD Inpres Rawabiru peduli akan jantung sehat melalui kegiatan senam pagi, pemeriksaan tekanan darah, dan pemberian makanan penambah asupan gizi.

“Seperti diketahui bersama bahwa jantung merupakan pusat dari kesehatan tubuh kita, maka menjadi sebuah kewajiban kita untuk selalu menjaganya. Oleh karena itu, kita ingin mengajarkan pola hidup sehat sejak dini kepada anak-anak sekolah melalui olahraga yang teratur dan makan-makanan bergizi,” tuturnya.

Menurut Mayor Inf Rizky Aditya, penyakit jantung saat ini banyak dialami oleh generasi muda, karena dengan pola hidup tidak sehat. “Kami (personel satgas) ingin mengajak anak-anak di wilayah perbatasan untuk mencintai jantungnya melalui olahraga dan membiasakan pola hidup sehat, termasuk menjauhi hal-hal yang berdampak negatif kepada tubuh, seperti merokok,” ujarnya.

“Harapan kami semua melalui kegiatan ini anak-anak di perbatasan mengetahui pentingnya untuk peduli dengan kesehatan jantung kita, kemudian dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya, karena prestasi akan dapat diraih jika kita selalu dalam kondisi sehat. Untuk itu, mari kita cintai jantung kita sebagai bagian terpenting yang harus kita jaga,” tutupnya.

Kepala Sekolah SD Inpres Rawabiru Ibu Helena Reyaan menyampaikan ucapan terima kasih banyak kepada personel Pos Rawabiru Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad yang telah memperhatikan siswa-siswinya dengan mengajarkan pola hidup sehat untuk mencintai jantungnya. “Terimakasih banyak Bapak-bapak TNI,” ucapnya.
(Red)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.