Kabar7News


Kabar7News, Jakarta – Dirut PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) Dolly Pulungan (DPU) yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap distribusi gula di PTPN III Tahun 2019 menyerahkan diri ke KPK, Rabu dini hari.

“Menyerahkan diri ke KPK dini hari tadi ,” ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta. Rabu, (04/09/2019).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah, bertemu awak Media di Gedung KPK, Jakarta

Saat ini, tersangka Dolly sedang menjalani proses pemeriksaan di KPK.

Dengan menyerahkan diri tersangka Dolly, maka terdapat satu tersangka lagi yang belum menyerahkan diri ke KPK, yakni pemilik PT Fajar Mulia Transindo Pieko Nyotosetiadi (PNO).

KPK total telah menetapkan tiga tersangka terkait kasus itu, yakni sebagai pemberi Pieko Nyotosetiadi.

Sedangkan sebagai penerima, yakni Dolly Pulungan dan Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana (IKL).

Untuk tersangka I Kadek telah dilakukan penahanan selama 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur.

Dalam konstruksi perkara dijelaskan bahwa Pieko adalah pemilik dari PT Fajar Mulia Transindo dan perusahaan lain yang bergerak di bidang distribusi gula.

Pada awal 2019, perusahaan milik Pieko ditunjuk menjadi pihak swasta dalam skema “long term contract” dengan PTPN III.

Dalam kontrak itu, pihak swasta mendapat kuota untuk mengimpor gula secara rutin setiap bulan selama kontrak.

“Di PTPN III, terdapat aturan internal mengenai kajian penetapan harga gula bulanan. Pada penetapan harga gula tersebut harga gula disepakati oleh tiga komponen yaitu PTPN III, pengusaha gula (PNO) dan ASB selaku Ketua Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI),” ucap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/9) malam.

Kemudian pada Sabtu (31/8), terjadi pertemuan antara Pieko, Dolly dan dan ASB selaku Ketua Umum Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia di Hotel Shangri-La, Jakarta.

“Terdapat permintaan DPU ke PNO karena DPU membutuhkan uang terkait persoalan pribadinya untuk menyelesaikannya melalui ASB,” kata Syarif.

Menindaklanjuti pertemuan tersebut, ungkap dia, Dolly meminta I Kadek menemui Pieko untuk menindaklanjuti permintaan uang sebelumnya.

“Uang 345 ribu dolar Singapura diduga merupakan biaya (fee) terkait dengan distribusi gula yang termasuk ruang lingkup pekerjaan PTPN III dan DPU merupakan Direktur Utama di BUMN tersebut,” ujar Syarif.
(sumber:AntaraNews)


Kabar7News, Ternate – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara (Malut) mengembangkan kasus peredaran narkoba menangkap empat kurir jaringan Ternate-Makassar, tiga diantaranya merupakan ibu rumah tangga (IRT).

“Tiga perempuan berstatus ibu rumah tangga, masing-masing Hajra Alim alias Hajra (35 tahun), Suryani Kusaib alias Ju (32 tahun) dan Rustiwi M. Domu (41 tahun),” kata Kepala BNN Provinsi Malut Drs. Edi Swasono, MM melalui siaran pers di Ternate. Rabu, (04/09/2019).

Baca Juga : BNPB Bantu Pulihkan Sosial Ekonomi Warga Sentani Pasca Banjir

Penangkapan ketiga ibu rumah tangga ini bermula dari ditangkapnya Muhamad Amroni alias Roni (32 th) pada hari Selasa, 27 Agustus 2019.

Dia menyatakan, penangkapan ke-empat tersangka ini diawali saat tim pemberantasan BNNP Malut memperoleh informasi dari masyarakat telah terjadi penyalahgunaan Narkotika jenis sabu di beberapa kelurahan.

Tim langsung melakukan penyelidikan dan menangkap Muhammad Amroni alias Roni seorang Montir Bengkel sepeda motor di Bengkel Kelurahan Kampung Pisang.

Roni adalah warga Kelurahan Marikurubu Kota Ternate yang kedapatan menyalahgunakan Narkotika jenis sabu, dari tangan tersangka petugas menyita barang bukti narkotika jenis sabu sebesar 0,80 gr dan satu buah HP merek Oppo warna hitam yang digunakan tersangka untuk memesan barang haram tersebut.

Baca Juga : Tidak Benar, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau Dicopot Sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih

Petugas BNNP Malut kemudian menginterogasi Roni dan mengetahui yang bersangkutan menerima narkotika tersebut dari tersangka Suriyani Kusaib (Ju) warga Kelurahan Salero Kota Ternate. Dari tersangka Ju petugas menyita barang bukti jenis Sabu seberat 0,18 gram pada hari Selasa tanggal 27 Agustus 2019.

Saat itu pula, petugas BNNP Malut juga melakukan penangkapan kepada Hajra Alim alias Hajra, warga Kelurahan Tobobo, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara.

Dari keterangan kedua tersangka tersebut petugas BNNP menindaklanjuti dari mana mereka mendapatkan sabu dan diketahui dari seorang perempuan bernama Rustiwi M. Domu, Warga Kelurahan Gamalama Kota Ternate.

Dari tangan Rustiwi petugas menemukan barang bukti jenis sabu sebanyak 3 (tiga) sachet seberat 2,88 gram. Dari hasil penyelidikan petugas, Rustiwi diketahui mendapatkan sabu tersebut dari Makassar yang kini masih dalam pengembangan penyidikan petugas BNNP Malut.

Terhadap Tersangka Muhamad Amroni alias Roni dan Hajra Alim alias Hajra dijerat dengan Pasal 112 (ayat 1), Pasal 127 (ayat 1, huruf a) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan dugaan membeli, menerima, menyimpan dan memiliki serta menggunakan bagi diri sendiri Narkotika golongan satu jenis Sabu.

Sedangkan terhadap tersangaka Suriyani Kusaib (Ju) dan tersangka Rustiwi M. Domu, dikenakan Pasal 114 undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yaitu mengedarkan, menjual dan menawarkan Narkotika golongan satu dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara serta denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar.

“Sehingga, tersangka dan barang bukti kini diamankan di Kantor BNN Provinsi Malut untuk diproses lebih lanjut,” katanya.

(sumber:AntaraNews)


Kabar7News, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana memberikan bantuan yang dapat membantu pemulihan sosial ekonomi warga di sekitar Danau Sentani, Jayapura, Papua yang terdampak banjir bandang pada 16-17 Maret 2019.

“Saya diberi tugas oleh Bapak Presiden Joko Widodo untuk memberikan bantuan alat asap khususnya untuk mama-mama agar dapat mengelola ikan sehingga memiliki nilai lebih,” kata Kepala BNPB Doni Monardo melalui siaran pers yang diterima di Jakarta. Rabu, (04/09/2019).

Baca Juga : Tidak Benar, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau Dicopot Sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih

Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Kepala BNPB Doni Monardo dalam acara “Kebersamaan dalam se-Helai Papeda dari Pinggiran Danau Sentani untuk Persatuan dan Kedamaian Bagi Tanah Papua dan Indonesia” di Bumi Kenambai Umbai, Sentani, Jayapura, Selasa (3/9) bersama para para tetua adat atau ondofolo dan masyarakat adat se-Danau Sentani.

Bantuan yang diberikan meliputi 26 perahu katamaran, 260 alat pengasap ikan, 100 ribu pohon masohi dan dua pabrik sagu yang rencana akan dibangun di Sentani.

Khusus untuk alat pengasap ikan, Doni berharap ikan-ikan hasil tangkapan dari Danau Sentani bisa memberikan nilai lebih bagi masyarakat Sentani dengan menjualnya hingga ke luar wilayah.

“Dengan diasap, ikan dari danau sentani suatu saat bisa dikirim dan dinikmati ke Jakarta bahkan mancanegara,” tuturnya.

Sedangkan untuk rencana pembangunan dua pabrik sagu, Doni mengatakan hal itu merupakan langkah awal pemanfaatan tanaman yang banyak dijumpai di Sentani. Sentani merupakan wilayah dengan ladang pohon sagu terbesar di Indonesia.

“Sentani penuh dengan tanaman sagu. Papua adalah kawasan dengan hutan sagu terluas di dunia. Sayang kalau hal itu belum dimaksimalkan,” katanya.

Doni berharap teknologi baru pada pabrik sagu tersebut bisa untuk mengolah sagu tidak hanya untuk bahan baku papeda tetapi juga dikembangkan menjadi olahan lainnya seperti kwetiau, udon, tepung dan lainnya.

Karena itu, Doni berharap pemerintah daerah segera memberikan lahan yang strategis sebagai calon lokasi pabrik tersebut.

(sumber:AntaraNews)


Kabar7News, Manokwari – Beredar satu berita di salah satu media ibu kota bahwa Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau dicopot dari jabatannya sebagai Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari Kolonel Inf Andi Gus Wulandri, S.I.P., mengatakan bahwa pemberitaan di media tersebut tidak benar, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau dicopot sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih. Faktanya, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau belum menjabat Pangdam XVII/Cenderawasih dan masih tetap sebagai Pangdam XVIII/Kasuari.

“Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau tidak dicopot, tapi tidak jadi dimutasikan jabatannya menjadi Pangdam XVII/Cenderawasih sehingga beliau tetap menjabat jabatan semula sebagai Pangdam XVIII/Kasuari. Wartawannya saja yang salah memahaminya,” katanya.

“Memang awalnya ada Keputusan (Kep) Panglima TNI yang menyebutkan bahwa Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau mendapat jabatan baru sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih. Namun kemudian, atas pertimbangan pimpinan TNI ada perubahan dengan dikeluarkannya Kep Panglima TNI no. Kep/872.a/VIII/2019 tanggal 30 Agustus 2019 dimana Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau masih tetap menjabat Pangdam XVIII/Kasuari, artinya batal menjadi Pangdam XVII/Cenderawasih dan sebagai pejabat Pangdam XVII/Cenderawasih dipercayakan kepada Mayjen TNI Herman Asaribab” tegasnya.

Baca Juga : Asops Panglima TNI : Prajurit TNI Jangan Mudah Terprovokasi

Tanggapan Kapendam itu disampaikan saat menjawab pertanyaan Pers, di sela-sela kegiatan menyambut kedatangan rombongan Panglima TNI dan Kapolri, yang melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Provinsi Papua Barat dan Papua, Selasa (3/9/2019) di Manokwari.

Pengarahan Panglima TNI dan Kapolri

Kita lihat bahwa situasi keamanan berangsur-angsur membaik. Oleh sebab itu, saya memberikan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI dan Polri atas pelaksanaan tugas yang ditunjukkan dengan baik.

Demikian diungkapkan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat bersama Kapolri Jenderal Pol H.M Tito Karnavian dan rombongan dari Jakarta, melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XVIII/Kasuari dan memberikan pengarahan kepada para prajurit TNI-Polri yang bertugas di Papua Barat, khususnya di Kota Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat, bertempat di aula Makodam XVIII/Kasuari, Manokwari, Selasa (3/9/2019).

Kapendam XVIII/Kasuari Kolonel Inf Andi Gus Wulandri, S.I.P. menjelaskan, pengarahan Panglima TNI dan Kapolri tersebut diikuti oleh sekitar 600 prajurit TNI dan personel Polri serta dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan.

Lebih lanjut dikatakan Kapendam, dalam pengarahannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga menyampaikan bahwa insiden yang terjadi sebelumnya dan menyebabkan kerusuhan di beberapa daerah di Papua murni ulah oknum tertentu.

“Insiden ini dipicu bukan karena kita sengaja untuk tidak menghormati saudara kita warga Papua atau karena melecehkannya. Tapi aksi demonstrasi yang sampai membakar dan merusak itu, sebagai akibat kesalahpahaman warga dan ada oknum yang tidak bisa menahan diri membuat situasi kacau,” ujar Panglima TNI.

Menarik Untuk Dibaca : Wow, Ternyata Karya Anak Bangsa “AW”dapat Membantu Mengurangi Polusi Udara di Indonesia

Selanjutnya, Panglima TNI berpesan agar instansi TNI-Polri dan pihak pemerintahan Papua Barat bisa mengajak warga masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh ajakan ataupun berita-berita bohong.

“Ajak saudara-saudara kita putra-putri Papua agar tidak lagi terprovokasi oleh hasutan-hasutan maupun berita-berita bohong yang dilakukan oknum, yang akan memecah persatuan dan persaudaraan kita di Bumi Papua, Indonesia,” pesannya.

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa atas pertimbangan pimpinan dan kepentingan tugas, Skep Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau menjadi Pangdam XVII/Cenderawasih diralat/diubah, sehingga Mayjen Joppye tetap dipertahankan dalam jabatannya sebagai Pangdam XVIII/Kasuari.

Di bagian lain, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi H.M Tito Karnavian mengatakan, untuk mencegah tindakan kekerasan yang dilakukan warga masyarakat, dalam mengatasinya, aparat keamanan tidak harus dengan cara kekerasan.

“Pencegahan kekerasan tidak harus dengan kekerasan terhadap masyarakat, namun perlu pembauran terhadap masyarakat. Pemerintah maupun aparat keamanan harus mampu membuat kegiatan dalam penggalangan, sehingga tidak perlu lagi ada kekacauan di Papua Barat ini,” ujar Kapolri.

“Perilaku oknum di Malang dan Surabaya tidak mewakili sikap Pemerintah dan masyarakat Indonesia terhadap masyarakat Papua,” sambung Jenderal Polisi H.M Tito Karnavian.

Usai memberikan pengarahan kepada Prajurit TNI dan personel Polri yang bertugas di wilayah Papua Barat, Panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan menuju ke Jayapura untuk melanjutkan kunjungan kerjanya ke wilayah Kodam XVII/Cenderawasih, Provinsi Papua.
(Red)

Kabar7News, Papua – Sehari sebelum melaksanakan latihan penerjunan di Jayapura dan Wamena, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. memberikan pengarahan kepada ratusan Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 501/Bajra Yudha atau yang lebih dikenal dengan tentara langit, bertempat di Hanggar Helly Baseops, Lanud Silas Papare Jayapura, Papua, Selasa sore (3/9/2019) waktu setempat.

Dalam pengarahannya, Asops Panglima TNI menekankan Prajurit TNI Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha yang akan membantu Kodam untuk pengamanan di Jayapura, dituntut profesional dan tidak mudah terpancing dengan segala provokasi.

“Prajurit TNI harus disiplin, sabar dan dapat mengendalikan diri,” ucapnya.

Di hadapan ratusan prajurit, Mayjen TNI Ganip Warsito menyampaikan bahwa Pimpinan TNI sangat bangga kepada seluruh prajurit TNI, karena dalam waktu singkat dapat dengan cepat digerakan menuju Papua dan melaksanakan tugas pengamanan dengan sangat baik, sehingga dengan cepat dapat mengembalikan situasi di Papua menjadi kondusif kembali.

“Saya sangat bangga kepada Batalyon Infanteri Para Raider 501/Bajra Yudha karena profesionalitasmu, didadak dalam waktu satu setengah  jam sudah siap menuju daerah operasi sehingga video kalian viral dimana-mana,” ujarnya.

Menurut Asops Panglima TNI, sebagai prajurit profesional dan berada di daerah operasi tidak ada yang aman. Untuk itu, terus tingkatkan kewaspadaan itu kuncinya.

 “Laksanakan tugas dengan baik, lancar dan aman serta utamakan faktor keamanan diri,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa besok pagi para prajurit Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha  akan melaksanakan terjun dari langit Papua.

“Untuk itu, tunjukkan kemampuanmu dan yakinkan kepada masyarakat disini bahwa kamu prajurit profesional,” tegasnya.

“Dengan kedatangan tentara langit tidak membuat takut masyarakat, namun memberikan rasa aman kepada masyarakat Papua, khususnya Jayapura dan Wamena,” tutupnya.

Turut hadir dalam pengarahan tersebut antara lain Aslog Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Aslog Kasau Marsda TNI Abdul Wahab, S.Sos.,  Pangkoopsau III  Marsda TNI Andyawan Martono P. S.IP.,  serta Danlanud Silas Papare Marsma TNI Tribowo Budi Santoso.
(Red)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.