Kabar7News


Kabar7News, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana memberikan bantuan yang dapat membantu pemulihan sosial ekonomi warga di sekitar Danau Sentani, Jayapura, Papua yang terdampak banjir bandang pada 16-17 Maret 2019.

“Saya diberi tugas oleh Bapak Presiden Joko Widodo untuk memberikan bantuan alat asap khususnya untuk mama-mama agar dapat mengelola ikan sehingga memiliki nilai lebih,” kata Kepala BNPB Doni Monardo melalui siaran pers yang diterima di Jakarta. Rabu, (04/09/2019).

Baca Juga : Tidak Benar, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau Dicopot Sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih

Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Kepala BNPB Doni Monardo dalam acara “Kebersamaan dalam se-Helai Papeda dari Pinggiran Danau Sentani untuk Persatuan dan Kedamaian Bagi Tanah Papua dan Indonesia” di Bumi Kenambai Umbai, Sentani, Jayapura, Selasa (3/9) bersama para para tetua adat atau ondofolo dan masyarakat adat se-Danau Sentani.

Bantuan yang diberikan meliputi 26 perahu katamaran, 260 alat pengasap ikan, 100 ribu pohon masohi dan dua pabrik sagu yang rencana akan dibangun di Sentani.

Khusus untuk alat pengasap ikan, Doni berharap ikan-ikan hasil tangkapan dari Danau Sentani bisa memberikan nilai lebih bagi masyarakat Sentani dengan menjualnya hingga ke luar wilayah.

“Dengan diasap, ikan dari danau sentani suatu saat bisa dikirim dan dinikmati ke Jakarta bahkan mancanegara,” tuturnya.

Sedangkan untuk rencana pembangunan dua pabrik sagu, Doni mengatakan hal itu merupakan langkah awal pemanfaatan tanaman yang banyak dijumpai di Sentani. Sentani merupakan wilayah dengan ladang pohon sagu terbesar di Indonesia.

“Sentani penuh dengan tanaman sagu. Papua adalah kawasan dengan hutan sagu terluas di dunia. Sayang kalau hal itu belum dimaksimalkan,” katanya.

Doni berharap teknologi baru pada pabrik sagu tersebut bisa untuk mengolah sagu tidak hanya untuk bahan baku papeda tetapi juga dikembangkan menjadi olahan lainnya seperti kwetiau, udon, tepung dan lainnya.

Karena itu, Doni berharap pemerintah daerah segera memberikan lahan yang strategis sebagai calon lokasi pabrik tersebut.

(sumber:AntaraNews)


Kabar7News, Manokwari – Beredar satu berita di salah satu media ibu kota bahwa Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau dicopot dari jabatannya sebagai Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari Kolonel Inf Andi Gus Wulandri, S.I.P., mengatakan bahwa pemberitaan di media tersebut tidak benar, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau dicopot sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih. Faktanya, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau belum menjabat Pangdam XVII/Cenderawasih dan masih tetap sebagai Pangdam XVIII/Kasuari.

“Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau tidak dicopot, tapi tidak jadi dimutasikan jabatannya menjadi Pangdam XVII/Cenderawasih sehingga beliau tetap menjabat jabatan semula sebagai Pangdam XVIII/Kasuari. Wartawannya saja yang salah memahaminya,” katanya.

“Memang awalnya ada Keputusan (Kep) Panglima TNI yang menyebutkan bahwa Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau mendapat jabatan baru sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih. Namun kemudian, atas pertimbangan pimpinan TNI ada perubahan dengan dikeluarkannya Kep Panglima TNI no. Kep/872.a/VIII/2019 tanggal 30 Agustus 2019 dimana Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau masih tetap menjabat Pangdam XVIII/Kasuari, artinya batal menjadi Pangdam XVII/Cenderawasih dan sebagai pejabat Pangdam XVII/Cenderawasih dipercayakan kepada Mayjen TNI Herman Asaribab” tegasnya.

Baca Juga : Asops Panglima TNI : Prajurit TNI Jangan Mudah Terprovokasi

Tanggapan Kapendam itu disampaikan saat menjawab pertanyaan Pers, di sela-sela kegiatan menyambut kedatangan rombongan Panglima TNI dan Kapolri, yang melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Provinsi Papua Barat dan Papua, Selasa (3/9/2019) di Manokwari.

Pengarahan Panglima TNI dan Kapolri

Kita lihat bahwa situasi keamanan berangsur-angsur membaik. Oleh sebab itu, saya memberikan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI dan Polri atas pelaksanaan tugas yang ditunjukkan dengan baik.

Demikian diungkapkan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat bersama Kapolri Jenderal Pol H.M Tito Karnavian dan rombongan dari Jakarta, melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XVIII/Kasuari dan memberikan pengarahan kepada para prajurit TNI-Polri yang bertugas di Papua Barat, khususnya di Kota Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat, bertempat di aula Makodam XVIII/Kasuari, Manokwari, Selasa (3/9/2019).

Kapendam XVIII/Kasuari Kolonel Inf Andi Gus Wulandri, S.I.P. menjelaskan, pengarahan Panglima TNI dan Kapolri tersebut diikuti oleh sekitar 600 prajurit TNI dan personel Polri serta dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan.

Lebih lanjut dikatakan Kapendam, dalam pengarahannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga menyampaikan bahwa insiden yang terjadi sebelumnya dan menyebabkan kerusuhan di beberapa daerah di Papua murni ulah oknum tertentu.

“Insiden ini dipicu bukan karena kita sengaja untuk tidak menghormati saudara kita warga Papua atau karena melecehkannya. Tapi aksi demonstrasi yang sampai membakar dan merusak itu, sebagai akibat kesalahpahaman warga dan ada oknum yang tidak bisa menahan diri membuat situasi kacau,” ujar Panglima TNI.

Menarik Untuk Dibaca : Wow, Ternyata Karya Anak Bangsa “AW”dapat Membantu Mengurangi Polusi Udara di Indonesia

Selanjutnya, Panglima TNI berpesan agar instansi TNI-Polri dan pihak pemerintahan Papua Barat bisa mengajak warga masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh ajakan ataupun berita-berita bohong.

“Ajak saudara-saudara kita putra-putri Papua agar tidak lagi terprovokasi oleh hasutan-hasutan maupun berita-berita bohong yang dilakukan oknum, yang akan memecah persatuan dan persaudaraan kita di Bumi Papua, Indonesia,” pesannya.

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa atas pertimbangan pimpinan dan kepentingan tugas, Skep Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau menjadi Pangdam XVII/Cenderawasih diralat/diubah, sehingga Mayjen Joppye tetap dipertahankan dalam jabatannya sebagai Pangdam XVIII/Kasuari.

Di bagian lain, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi H.M Tito Karnavian mengatakan, untuk mencegah tindakan kekerasan yang dilakukan warga masyarakat, dalam mengatasinya, aparat keamanan tidak harus dengan cara kekerasan.

“Pencegahan kekerasan tidak harus dengan kekerasan terhadap masyarakat, namun perlu pembauran terhadap masyarakat. Pemerintah maupun aparat keamanan harus mampu membuat kegiatan dalam penggalangan, sehingga tidak perlu lagi ada kekacauan di Papua Barat ini,” ujar Kapolri.

“Perilaku oknum di Malang dan Surabaya tidak mewakili sikap Pemerintah dan masyarakat Indonesia terhadap masyarakat Papua,” sambung Jenderal Polisi H.M Tito Karnavian.

Usai memberikan pengarahan kepada Prajurit TNI dan personel Polri yang bertugas di wilayah Papua Barat, Panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan menuju ke Jayapura untuk melanjutkan kunjungan kerjanya ke wilayah Kodam XVII/Cenderawasih, Provinsi Papua.
(Red)

Kabar7News, Papua – Sehari sebelum melaksanakan latihan penerjunan di Jayapura dan Wamena, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. memberikan pengarahan kepada ratusan Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 501/Bajra Yudha atau yang lebih dikenal dengan tentara langit, bertempat di Hanggar Helly Baseops, Lanud Silas Papare Jayapura, Papua, Selasa sore (3/9/2019) waktu setempat.

Dalam pengarahannya, Asops Panglima TNI menekankan Prajurit TNI Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha yang akan membantu Kodam untuk pengamanan di Jayapura, dituntut profesional dan tidak mudah terpancing dengan segala provokasi.

“Prajurit TNI harus disiplin, sabar dan dapat mengendalikan diri,” ucapnya.

Di hadapan ratusan prajurit, Mayjen TNI Ganip Warsito menyampaikan bahwa Pimpinan TNI sangat bangga kepada seluruh prajurit TNI, karena dalam waktu singkat dapat dengan cepat digerakan menuju Papua dan melaksanakan tugas pengamanan dengan sangat baik, sehingga dengan cepat dapat mengembalikan situasi di Papua menjadi kondusif kembali.

“Saya sangat bangga kepada Batalyon Infanteri Para Raider 501/Bajra Yudha karena profesionalitasmu, didadak dalam waktu satu setengah  jam sudah siap menuju daerah operasi sehingga video kalian viral dimana-mana,” ujarnya.

Menurut Asops Panglima TNI, sebagai prajurit profesional dan berada di daerah operasi tidak ada yang aman. Untuk itu, terus tingkatkan kewaspadaan itu kuncinya.

 “Laksanakan tugas dengan baik, lancar dan aman serta utamakan faktor keamanan diri,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa besok pagi para prajurit Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha  akan melaksanakan terjun dari langit Papua.

“Untuk itu, tunjukkan kemampuanmu dan yakinkan kepada masyarakat disini bahwa kamu prajurit profesional,” tegasnya.

“Dengan kedatangan tentara langit tidak membuat takut masyarakat, namun memberikan rasa aman kepada masyarakat Papua, khususnya Jayapura dan Wamena,” tutupnya.

Turut hadir dalam pengarahan tersebut antara lain Aslog Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Aslog Kasau Marsda TNI Abdul Wahab, S.Sos.,  Pangkoopsau III  Marsda TNI Andyawan Martono P. S.IP.,  serta Danlanud Silas Papare Marsma TNI Tribowo Budi Santoso.
(Red)

Kabar7News, JakartaWow, Accent Wire ternyata dapat membantu mengurangi polusi udara di Indonesia berdasarkam hasil uji coba yang dilakukan Kompas Grup Gramedia Otomotif roda 4 beberapa waktu lalu.

“Menurut mas Andika Arthawijaya otomotif roda 4 Kompas Grup Gramedia, kemarin saya habis mencoba Accent Wire rupanya Karbon Monoksidanya nol di mobil saya,” jelas Indra mengulangi pernyataan dari pihak kompas tersebut, Selasa (03/9/2019), di bengkel AW di Srengseng Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Bahkan sampai saat ini, kata Indra, grup Otomotif masih mengedukasi gimana sih cara baca Co dan apa sih perbandingan mobil lama dan mobil baru serta bagaimana cara bacanya setelah mobil-mobil tersebut dipasangkan Accent Wire.

“Yang jelas untuk Indonesia bisa menjadi bebas polusi, pohon-pohon pun bisa kembali hijau karena selama ini pohon bisa berubah  menjadi kuning karena terkena polusi,” ungkapnya.

Untuk mendukung dari hasil karyanya Indra Santoso pun membuat team yang solid dan kompak untuk mengembangkan temuannya itu.

Indra pun merekrut semua dari nol dari mereka yang baru datang dari kampung, ada dari Jawa dan Sunda, semua dimulai dari nol.

“Saya dan Adi berdua saja karena memang basisnya,” tutur Indra.

“Kita orang sudah tau apa yang kita kerjakan jadi kita transfer ilmunya dan kita didik satu tentang kepentingan dalam berlingkungan, menjaga kedamaian, dan menjaga produk itu sendiri,” papar Indra.

Apa yang Indra lakukan semua berawal dari impian yakni pertama ia ingin menjadi orang yang berguna atau bermanfaat terutama bagi orang tua.

Baginya keluarga utama karena dulu pernah menjadi orang yang tidak berguna, tentu hidup itu butuh proses dari salah menjadi gagal dan tidak berguna tetapi harus tetap melatih diri untuk mengakui.

“Sehingga saya bisa berpikir dan mewujudkannya dalam Accent Wire,” katanya.

(NaneFajar)


Kabar7News, Merauke – Sebagai satuan pengamanan wilayah perbatasan, Prajurit TNI Batalyon Infanteri Mekanis Raider (Yonif MR) 411/Pdw Kostrad yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG, harus bisa menjadi pelopor dan  teladan bagi masyarakat dalam melaksanakan gotong royong. Hal inilah yang mendorong personel Pos Toray untuk selalu hadir membantu di tengah-tengah masyarakat.

Personel Pos Toray Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad yang dipimpin oleh Wadanpos Toray, Sertu Sibarani beserta enam anggota melaksanakan karya bakti membantu warga berupa pengecoran jalan yang berada di RT 3 Kampung Toray, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua, Selasa (03/09/2019).

Komandan Pos Toray Letda Inf Wesly Tanaem menyampaikan bahwa karya bakti ini merupakan bentuk kepedulian personel Pos Toray Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad terhadap kesulitan masyarakat, sehingga kehadiran TNI dalam pelaksanaan karya bakti sebagai penyemangat untuk bersama-sama membangun kampung.

“Selain serbuan teritorial oleh personel satgas di wilayah perbatasan melalui karya bakti, manfaat dari pengecoran jalan tersebut guna memudahkan akses jalan warga RT 3 Kampung Toray,” ujarnya.

Menurut Komandan Pos Toray, kegiatan karya bakti yang dilaksanakan ini juga sebagai ajang untuk komunikasi sosial dengan warga di wilayah sekitar pos, agar selalu terjalin kedekatan dan kekeluargaan antara TNI dengan warga Kampung Toray khususnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kampung Toray Ibu Barsalina Deda sangat mengapresiasi kegiatan TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad. “Terima kasih sudah membantu warga untuk melaksanakan pengecoran jalan, hal tersebut menjadi semangat kerja bagi warga,” ungkapnya.
(Red)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.