Kabar7News, Jakarta – Perbedaan pandangan dan pilihan politik itu adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat dinafikan, indahnya sebuah demokrasi justru karena adanya pandangan dan pilihan politik yang berbeda menurut Wakil Ketua Umum (WAKETUM) Organisasi Masyarakat (ORMAS) Garuda Pengawal Merah Putih (GARDAPATIH) kepada awak eedia di sekretariat yang berada di sekitaran Tomang Jakarta Barat, Senin (13/2/2023).

Dikatakannya, memasuki tahun politik, kita harus menjaga atau merawat kesatuan dan persaudaraan karena itu adalah kekuatan dan pondasi dalam berbangsa dan bernegara.

“Walaupun demokrasi kita usianya relatif sangat muda, kita harus tetap bisa dewasa dalam berpolitik serta harus bisa menghargai perbedaan pandangan pilihan politik saudara kita yang lain,” papar Rahmat yang sehari hari berprofesi sebagai Praktisi Hukum (Advokat/Pengacara/Lawyer dan Konsultan Hukum) yang berkantor di daerah Jakarta Utara.

Rahmat Aminudin SH yang juga sedang berikhtiar untuk menjadi Anggota DPR RI 2024-2029 (Bakal Calon Legeslatif (BACALEG) DPR RI Dari Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Pemilihan (DAPIL) untuk Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menyatakan untuk kematangan dan kedewasaan dalam berkompetisi tentu ditunjukkan dengan cara yang elegan dan akal sehat yang dikedepankan bukannya paling hebat dan benar tetapi dikedepankan justru adalah diskusi adu gagasan dan diskusi dalam banyak hal termasuk wawasan kebangsaan, konsep ekonomi dan pemerataannya sesuai azas keadilan, pendidikan yang berkualitas, mengenai penegakan hukum, dan lain sebagainya.

Selanjutnya Rahmat menuturkan, bahwa sudah saatnya para politisi mengedukasi masyarakat berpolitik dengan cara yang sehat, elegan, santun dan bermoral tinggi.

“Untuk membantu masyarakat, Rahmat akhirnya membuat Hotline Bantuan Hukum 24 Jam WhatsApp terkait Konsultasi Hukum Gratis di 08118862616,” ujar Rahmat.

(**)

 

 

Kabar7News, Jakarta – Selamat Hari Batik Nasional setiap tanggal 2 Oktober, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan ini terjadi ketika batik memperoleh pengakuan dunia pada tahun 2009 dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

“Batik itu punya kita. Sehingga warisan budaya ini jangan sampai diambil oleh asing,” ungkap Rahmat Aminudin SH MM dalam wawancara dengan beberapa awak media di tempat kerjanya yang beralamat di Jalan Tomang Rawa Kepa Utama No. 22C Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu (2/10/2021).

Rahmat yang berprofesi sebagai Advokat dan Konsultan Hukum pada Firma Hukum Investigasi Bhayangkara Indonesia (Firma Hukum IBI) mengatakan bahwa tepat pada 2 Oktober 2021 ini, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional, bahkan dengan keunikan dan ciri khasnya membuat batik sebagai maha karya yang diakui dunia sehingga perlu dijaga kelestariannya.

Dikutip dari laman kemendikbud.go.id, pada 2 Oktober 2009, Batik menggema pertama kali di ruang sidang Unesco yang bertempat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Melalui sidang Intergovernmental Committee for the Safeguard of the Intangible Cultural Heritage, batik resmi menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) milik Indonesia, menyusul keris dan wayang sebagai pendahulunya.

“Pengakuan dunia ini sepatutnya membuat bangsa Indonesia bangga akan budaya batik dan melestarikan keberadaan batik agar semakin dikenal luas,” ucap Rahmat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Organisasi Masyarakat Garuda Pengawal Merah Putih (Waketum GARDAPATIH).

(**)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.