Kabar7News, Sambas – Pos Temajuk Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas diserbu anak-anak Dusun Maludin, Desa Temajuk, Kec. Paloh, Kab. Sambas, Kalbar. Tujuan kedatangan anak-anak tersebut adalah untuk meminta personel Satgas memangkas rambut mereka.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa, dalam rilis tertulisnya di Pos Kotis Entikong, Kabupaten Sanggau, Minggu (17/1/2021).

Berdasarkan laporan dari Komandan Pos (Danpos) Temajuk, Letda Inf Ryan Hidayat, Dansatgas mengatakan bahwa awal kejadian bermula ketika salah satu anggota pos, Praka Fekki sedang memangkas rambut salah satu anggota lainnya di pos.

“Ketika itu, ada sekelompok anak yang sedang bermain di dekat pos, kemudian  melihat anggota pos yang sedang dipangkas rambutnya, anak-anak kemudian menghampiri dan meminta anggota pos untuk memangkas rambutnya seperti model rambut tentara,” ujar Dansatgas.

Dansatgas mengungkapkan bahwa anggota pos dengan senang hati menuruti permintaan untuk memangkas rambut anak-anak tersebut. “Dengan kedekatan antara anak-anak dengan prajurit dapat membentuk mental dan karakter mereka sejak dini, yang kelak tumbuh menjadi Warga Negara Indonesia dengan jiwa nasionalisme yang tinggi dan cinta tanah air,” tandas Letkol Inf Alim Mustofa.

Di tempat terpisah, Danpos Temajuk Letda Inf Ryan Hidayat mengatakan, senang dengan kehadiran anak-anak di Pos Pamtas yang dipimpinnya tersebut.

“Walaupun hanya sekedar memotong rambut, kami sungguh senang dapat mewujudkan keinginan anak-anak di kampung ini,” jelasnya.

Danpos menambahkan bahwa, merupakan kebanggaan tersendiri bagi anggota pos, ketika warga sekitar khususnya anak-anak tahu bahwa kehadiran TNI juga untuk membantu setiap kesulitan mereka.

“Tentu dengan senang hati dan tangan terbuka, kami hadir untuk membantu kesulitan warga. Janganlah segan-segan untuk datang ke pos ketika membutuhkan bantuan, kami siap untuk membantu warga disini,” tandasnya.

Sementara itu, Rudi (9 th) salah satu anak dengan polosnya ketika sedang dipangkas rambutnya berkata bahwa, ia senang dengan adanya TNI di kampungnya dan ia mau dicukur rambutnya seperti rambut tentara. “Saya mau punya rambut seperti om tentara,” pungkasnya sambil tersenyum.

(red)

Kabar7News, Bengkayang – Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak di perbatasan, tepatnya anak-anak di Dusun Saparan, Desa Kumba, Kec. Jagoi Babang, Kab. Bengkayang, Kalbar, Selasa (12/1/2021).

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas Letkol Inf Alim Mustofa di Pos Kotis Entikong, Kab. Sanggau, Kalbar, mengatakan bahwa kegiatan mengajar tersebut dilaksanakan oleh anggota Pos Pamtas Saparan yang dipimpin Letda Inf Jhony Rompis bersama dua orang anggotanya.

“Kami berusaha menanamkan jiwa nasionalisme kepada anak-anak di perbatasan salah satunya dengan mengajarkan lagu-lagu kebangsaan dan menyebutkan sila-sila dalam Pancasila,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, para generasi muda merupakan aset bangsa yang akan menentukan masa depan bangsa dan negara Indonesia di masa depan. “Untuk itu kita ajarkan pada generasi muda ilmu pengetahuan serta rasa cinta tanah air dan juga kita tanamkan jiwa nasionalisme serta patriotisme,” kata Dansatgas.

“Materi yang diberikan oleh personel Satgas Pos Saparan dalam menanamkan jiwa nasionalisme sejak dini yaitu selain menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, anak-anak juga dilatihkan untuk menghapal dan mengucapkan Pancasila serta diberikan pemahaman tentang nilai-nilai yang terkandung didalamnya,” jelasnya.

Menurut Letkol Inf Alim Mustofa, dalam kegiatan tersebut personel Satgas pun memberikan hadiah berupa buku tulis dan alat tulis untuk menambah semangat anak-anak dalam belajar. Terlihat anak-anak sangat antusias dan ceria saat diajarkan oleh personel Satgas Yonif 642/Kapuas.

“Satgas Yonif 642/Kapuas akan selalu turut serta dalam menyiapkan generasi-generasi muda penerus bangsa khususnya anak-anak di perbatasan ini, agar kelak menjadi generasi yang dapat membanggakan untuk bangsa dan negara Indonesia tercinta,” tutup Letkol Inf Alim Mustofa.

(red)

Kabar7News, Sanggau -Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 642/Kapuas Pos Balaikarangan menggelar sunatan massal secara door to door atau dengan mendatangi rumah-rumah warga yang berada di Dusun Keladang 2, Desa Sotok, Kec. Sekayam, Kab. Sanggau, Kalbar, Selasa (5/1/2021).

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas Letkol Inf Alim Mustofa dalam keterangannya di Pos Kotis Entikong, Kab. Sanggau, Kalbar, mengatakan bahwa kegiatan sunatan massal ini dilakukan dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga di daerah perbatasan, karena situasi pandemi Covid-19 yang masih melanda seluruh wilayah Indonesia.

Selanjutnya dikatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pembinaan teritorial terhadap masyarakat yang ada di wilayah perbatasan RI-Malaysia, dimana masyarakat menyambut dengan baik kegiatan sunatan massal tersebut ditengah wabah pandemi Covid-19 saat ini.

Dansatgas berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, terutama di bidang kesehatan untuk masyarakat yang ada di perbatasan.

Warga Desa Sotok mengungkapkan sangat senang dengan bantuan yang diberikan oleh Satgas Yonif 642/Kapuas dan mengucapkan terimakasih kepada personel Satgas Pos Balaikarangan yang telah peduli dan banyak membantu warga.

(red)

Kabar7News, Merauke – Tak hanya melaksanakan tugas utamanya dalam menjaga perbatasan RI-PNG sektor selatan, prajurit Satgas Pamtas Yonif MR 411/Pdw Kostrad juga turut serta menjadi guru ngaji bagi anak-anak di Kampung Baidub, Distrik Ulilin.

Dansatgas Pamtas RI-PNGYonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., dalam rilis tertulisnya di Merauke, Papua, Sabtu (6/6/2020) mengungkapkan, berbagai kegiatan pembinaan teritorial di perbatasan terus digiatkan oleh prajurit Satgas Pamtas disamping tugas utamanya, seperti kegiatan karya bakti, pengobatan keliling, bakti sosial, hingga menjadi guru mengaji bagi anak-anak disekitar pos.

Seperti yang dilaksanakan oleh anggota Pos Bupul 12 yakni Pratu Kotibul dan Pratu Faisal Asmi yang menjadi guru mengaji di Masjid Al Muhajirin bagi anak-anak di Kampung Baidub, Distrik Ulilin, Kab. Merauke, Papua, Jumat (5/6/2020).

“Dua anggota Pos Bupul 12 turut membantu menjadi guru ngaji setiap sore hari, hal ini dikarenakan adanya keterbatasan guru ngaji untuk anak-anak muslim di kampung tersebut,” ucapnya.

Menurutnya, anak-anak belajar mengaji yakni membaca Alquran dan juga Iqra serta bacaan surat-surat pendek. Tahap demi tahap tingkat demi tingkat, diperlihatkan oleh Dias Saputra (9 th) beserta teman-temannya yang memiliki semangat belajar mengaji.

Dansatgas menuturkan, melihat minat anak-anak yang tinggal di kampung perbatasan itu cukup antusias untuk belajar mengaji. Kegiatan seperti ini merupakan wujud kepedulian Satgas dibidang pendidikan sejak awal bertugas Juli 2019.

Salah satu pengurus Masjid Al Muhajirin Ustad Nahyudin (40 th) menyampaikan ucapan terimakasih dan sangat terbantu dengan adanya bantuan guru ngaji dari personel Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad.

“Kami semua senang dan berterima kasih dengan adanya bantuan dari personel Pos Bupul 12 menjadi guru ngaji bagi anak-anak kami, terlihat anak-anak pun semangat untuk belajar dengan Bapak-bapak TNI,” tuturnya.

(Red)

Kabar7News, Merauke – Personel TNI dari Kodim 1707/Merauke yang tergabung dalam Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-107mengajari anak-anak pedalaman mandi bersih, tepatnya di Kampung Epem, Distrik Citak Mitak, Kabupaten Mappi, Papua.

Kegiatan mengajari anak-anak mandi bersih sejak dini merupakan salah satu program dari kegiatan non fisik TMMD Ke-107 Kodim 1707/Merauke, yang sedang melaksanakan pembangunan di Kampung Epem.

Personel TNI Satgas TMMD Ke-107 Kodim 1707/Merauke Serda M. Imron dan Serda Sunarto mengajari anak-anak Kampung Epem menjaga kebersihan diri dengan mandi bersih.

“Kegiatan mengajari mandi bersih tersebut bertujuan agar mereka (anak-anak) selalu terbiasa hidup sehat yang diawali dengan mandi bersih sehingga dirinya tetap sehat dan terbebas dari penyakit khususnya penyakit kulit,” kata Serda M. Imron.

Mandi bersih yang diajarkan tersebut diantaranya saat mandi harus menggunakan sabun serta menggosok badan, menggosok gigi dan mencuci rambut paling tidak dua kali dalam seminggu.

Daniel salah satu anak Kampung Epem yang ikut kegiatan mandi bersih merasa sangat senang dan gembira saat diajari mandi bersih oleh Personel TNI Satgas TMMD Ke-107 Kodim 1707/Merauke.

“Saya dan teman-teman sangat senang diajari mandi bersih oleh Bapak-bapak Tentara,” ucapnya.

(Red)

 

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.