Kabar7News, Keerom – Sebagai bentuk apresiasi, BNN Provinsi Papua memberikan piagam penghargaan kepada Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/KC dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika di wilayah Papua.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 126/Kala Cakti, Letkol Inf Dwi Widodo, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, Senin (3/10/2022).

Penyalahgunaan dan peredaran Narkoba telah menjadi perhatian bagi masyarakat dunia tak terkecuali Indonesia, hal ini sangat mengancam keselamatan masa depan generasi bangsa kita. Oleh karena itu, sudah kewajiban kita semua untuk menyatakan “War On Drugs” (Perang melawan Narkoba).

Kepala BNN Provinsi Papua Drs. Rahmat Hidayat memberikan penghargaan secara simbolis yang diterima langsung oleh Dansatgas Pamtas Yonif 126/Kala Cakti, Letkol Inf Dwi Widodo, S.H., M.Han. di Kantor BNN, Jayapura, Provinsi Papua.

Drs. Rahmat Hidayat mengatakan, sebagai Kepala BNN Provinsi Papua sudah sepatutnya mengapresiasi Satgas Yonif 126/KC yang telah dua kali menemukan ladang ganja dengan luas ± 5 hektar di Kp. Banda, Distrik Waris dan yang berikutnya seluas ± 400 M² di Lintas Jayapura-Wamena KM 139, Distrik Waris. Selain itu, Satgas juga secara konsisten melaksanakan peran aktif preventif dalam mencegah peredaran Narkoba melalui penyuluhan kepada masyarakat maupun kegiatan sweeping di wilayah tanggung jawabnya khususnya di Kab. Keerom dan Peg. Bintang.

Dansatgas Yonif 126/KC Letkol Inf Dwi Widodo, S.H., M.Han. mengucapkan terima kasih kepada Kepala BNN Provinsi Papua atas apresiasi dan penghargaan yang telah diberikan kepada Satgas Pamtas Yonif 126/KC.

“Saya beserta segenap personel Satgas Yonif 126/KC mengucapkan terimakasih atas penghargaan yang telah diberikan Kepala BNN, semoga sinergitas antara TNI dan BNN dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran Narkoba di Tanah Papua akan membawa Papua semakin lebih baik,” ucap Dansatgas.

(Pen Satgas Pamtas Yonif 126/KC)

Kabar7News, Ambon – Aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Kepulauan Tanimbar, berhasil meringkus empat pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu dan ganja di tempat berbeda, Kamis (9/10/2021).

Mereka yang ditangkap di lokasi berbeda di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini yaitu IKRA alias Komang (31), FL alias Leo (33), MAH alias Emeng (32), dan HH alias Heni (26).

Dari tangan mereka, polisi berhasil mengamankan barang bukti dengan berat beragam. Sabu-sabu seberat 1 gram dan ganja 170,88 gram.

Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Romi Agusriansyah S.I.K, pada Sabtu (9/10/2021) mengungkapkan, penangkapan berawal saat pihaknya mendapatkan informasi adanya dugaan penyalahgunaan narkotika pada Rabu (6/10/2021) sekitar pukul 23.50 WIT.

Mendapat informasi itu, tim penyidik Satresnarkoba Polres Tanimbar dikerahkan melakukan penyelidikan. Informasi awal adanya dugaan penyalahgunaan narkoba terjadi di rumah Komang, yang berada di belakang Kompleks PLN Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kepulauan Tanimbar.

Setelah disergap pukul 01.00 WIT, personel Satresnarkoba menemukan 1 paket sabu-sabu dengan berat bruto 1 gram. Penyidik juga menemukan alat hisap berupa 3 sedotan plastik, 1 pirex, 1 tutup botol air mineral, 1 sumbu alumanium, dan 1 korek api gas warna kuning. Semua peralatan tersebut, disimpan dalam bungkusan rokok merk Marlboro Filter Black.

Selain itu, kata Romi, tim penyidik juga menemukan sebuah bungkusan kertas HVS putih berisi daun ganja kering dengan berat bruto 24,70 gram. Ganja siap pakai ini disimpan di kantong celana yang digantung di belakang pintu kamarnya.

Setelah dilakukan interogasi awal, penyidik kemudian melakukan pengembangan penyelidikan. Mereka berhasil menangkap Leo sekitar pukul 02.15 WIT. Leo diamankan di lorong Angrek Kompleks Jalan Baru, Desa Sifnana. Dari tangannya penyidik menemukan sebuah kantong plastik hitam berisi daun ganja kering dengan berat bruto 68,67 gram. Barang bukti itu disimpan di atas Pohon Pepaya yang berada di pekarangan depan rumahnya.

Tidak sampai di situ saja, tim kembali melakukan pengembangan dan mengamankan Emeng pada pukul 03.20 WIT. Emeng diamankan di kompleks Pasar Omele Sifnana. Dari tangannya, penyidik mengamankan 1 paket daun ganja kering di dalam plastik bekas masker dengan berat bruto 77,51 gram. Barang bukti ini disimpan dalam gudang telur ikan.

Menurut pengakuan ketiga pelaku, penyalahgunaan narkotika juga dilakukan seorang perempuan, rekan mereka yaitu Heni. Heni diamankan di belakang Kompleks PLN pukul 04.15 WIT.
Meski polisi tidak menemukan barang bukti, namun hasil tes urine-nya positif mengkonsumsi dua jenis narkotika golongan 1 tersebut.

“Jumlah total barang bukti narkotika yang berhasil diamankan yaitu jenis sabu-sabu seberat 1 gram, dan ganja seberat 170,88 gram,” ungkap Romi.

Perwira dua melati di pundaknya itu menambahkan, keempat pelaku telah diamankan di rumah tahanan Polres Tanimbar setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka disangkakan menggunakan pasal berbeda dalam Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Komang dijerat menggunakan pasal 111 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) sub pasal 127. Sementara Leo disangka dengan pasal 111 ayat (1) jo pasal 127. Sedangkan Emeng menggunakan pasal 111 Ayat (1) jo pasal 127, dan Heni ditetapkan menggunakan pasal 127 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Saat ini kami sedang melengkapi administrasi penyidikan, melakukan pemeriksaan barang bukti di Labfor / BPOM, melakukan pemeriksaan saksi-saksi, melakukan pengembangan terhadap asal pengiriman narkotika jenis sabu-sabu dan ganja yang dikirim melalui jasa ekspedisi via Kapal Laut dari Surabaya,” pungkasnya.

(**)

Kabar7News, Jakarta – Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Metro Jakarta Barat menggagalkan peredaran narkoba lintas wilayah Sumatera-Jawa.

“Benar anggota kami mengagalkan peredaran narkoba,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo saat dikonfirmasi, Minggu (3/10/2021).

Sementara itu, Kepala Satuan Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Metro Jakbar Kompol Danang Setiyo Pambudi menyebut dugaan narkoba yang siap diedarkan adalah jenis ganja.

“Penyidik Satnarkoba Polres Metro Jakbar berhasil menggagalkan upaya distribusi yang kita duga ini adalah ganja,” kata Danang.

Dalam operasi ini juga turut ikut serta Kanit 3 Satnarkoba Polres Metro Jakbar AKP Laksamana, dimana tim berhasil menemukan ratusan paket narkoba yang siap diedarkan ditaruh karung yang berada dalam truk kontainer.

Lanjut Danang, masih dalam pengungkapan ini tiga orang berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Barat.

“Jadi ini kita dapatkan satu unit truk perjalanan dari Medan ke Jakarta, pelaku kami amankan sementara ada tiga orang, dua yang membawa, satu yang menerima paket,” kata Danang.

Dalam kesempatan lain, Wakil Kepala Satuan Narkoba (Wakasat Narkoba) Polres Metro Jakbar AKP Arif Purnama Oktora menyebut bahwa tim masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan ini.

“Kami belum bisa merinci karena masih melakukan pengembangan, mohon doanya,” kata Wakasat Narkoba AKP Arif.

Selain tiga orang yang diamankan, polisi juga membawa barang bukti truk besar ke Mapolres Metro Jakbar di Jalan S Parman, Slipi, Jakarta Barat.

(**)

Kabar7news, Jakarta – Polres Metro Jakarta Pusat Satresnarkoba membongkar Bandar Narkoba jenis sabu di dua TKP yang berbeda (Pulogadung dan Ciracas) Jakarta Pusat, Rabu (15/9/2021)

Dalam Konferensi Pers Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koes Heryanto saat memberikan keterangan pers di Aula Lantai III Polres Metro Jakarta Pusat

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heryanto saat memberikan keterangan pers menyampaikan, dasar pengungkapan ini sebenarnya adalah keprihatinan dari kami terkait banyaknya pelaku tindak kejahatan maupun pelaku tawuran yang diamankan oleh Polsek maupun Polres yang terindikasi menggunakan narkoba.

“Para tersangka kita amankan, di dua lokasi berbeda yang pertama di Ciracas dan Pulogadung, total tersangka yang diamankan oleh Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat sebanyak untuk home industri Inek palsu 3 orang, untuk tersangka peredaran sabu TKP Ciracas 1 orang dan TKP Pulogadung 7 orang,” ujar Wakapolres

Masih menurut Setyo, para tersangka terbukti menjadi perantara jual beli, memiliki, menyimpan hingga menguasai narkotika jenis sabu.

“Barang bukti narkotika jenis sabu yang disita dibawa untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Indriwenny Panjiyoga mengatakan, jajarannya masih terus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan Warga Negara Asing (WNA) terkait peredaran narkoba jenis sabu tersebut.

Tersangka akan dijerat dengan pasal 112 KUHP dan Pasal 114 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

(humas polres jakpus)

Kabar7News, Jakarta – Polres Metro Jakarta Pusat menangkap publik figur  inisial NR dan AB, diduga terkait narkoba.

Kabar ini dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, di Jakarta, Kamis (8/7/2021) dilansir dari Merdeka.com

Yusri belum berkenan berbicara banyak perihal kronologi penangkapan dan kasus yang membelit NR dan AB.

(red)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.