Kabar7News, Jakarta – Putra daerah adalah seseorang yang memiliki garis keturunan murni dari daerah dimana dilahirkan, istilah tentang putra daerah yang lainnya adalah berdasarkan perikatan primordial, kedekatan kultur, indentitas dan kejiwaan maka seorang putra/putri daerah diasumsikan akan memiliki kepedulian yang lebih besar terhadap daerahnya dibandingkan dengan non putra/putri daerah.

Hal tersebut disampaikan Rahmat Aminudin SH kepada para awak media di sekertariatnya Jalan Tomang Rawa Kepa Utama No.22C Kelurahan Tomang Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat, Minggu (22/1/2023).

Pada Pemilhan Legeslatif (PILEG) untuk DPR RI Priode 2024-2029, Rahmat Aminudin SH berikhtiar mencalonkan diri untuk menjadi Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk Daerah Pemilihan (DAPIL) Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

Rahmat lahir dan besar di Jakarta, serta sehari-hari berprofesi sebagai Advokat/Pengacara/Konsultan Hukum Pada Kantor Hukum Investigasi Bhayangkara Indonesia (IBI LAW FIRM) yang berdomisili di Jakarta Utara tepatnya di Jalan H Mawar, Sunter Jaya akan menjadi salah satu semangat untuk berikhtiar menjadi anggota DPR RI dari PAN.

“Menjemput Rezeki Bersama, Salam Santun dan Jangan Goyang” merupakan tema dari ikhtiar menjadi Anggota DPR RI kepada saudara-saudara yang ber-KTP dan berdomisili di daerah Jakarta Barat, Jakarta Utara serta Kepulauan Seribu,” ungkap Rahmat.

Rahmat membuka konsultasi hukum gratis di hotline whatsApp 08118862616 untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum.

(**)

Kabar7News, Trenggalek – Bakal Calon Bupati Trenggalek periode 2021-2026, Eko Yuhono didampingi keluarga besarnya mendatangi Kantor Sekretariat DPD PAN Trenggalek, jumat (13/3/2020).

Disambut oleh Ketua Panitia Penjaringan DPD PAN Trenggalek, Turmudi beserta anggota Panitia, Eko Yuhono mengembalikan formulir pendaftarannya.

Eko Yuhono berharap besar, rekomendasi dari DPP PAN, jatuh ke dirinya.

“Saya sungguh berharap besar kepada DPP PAN. Agar rekomendasinya ke saya,” harapnya.

“Saya menyadari, bukan hanya saya saja yang menginginkan rekomendasi dari DPP PAN. Namun, saya akan berusaha menjalin komunikasi yang intens untuk mendapatkan rekomendasi tersebut,” jelasnya.

Eko Yuhono adalah asli putera daerah Trenggalek, yang berasal dari Desa Sawahan Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.

Berprofesi sebagai advokat, dan berpraktek di Jakarta.

“Sudah 24 tahun, saya merantau ke Jakarta. Saatnya menginfakkan ilmu, pengalaman, dan tenaga saya ke bumi minak sopal, bumi Trenggalek.”

Satu bulan sekali, advokat masuk desa. Setiap bulan, advokatnya berganti-ganti. Advokatnya, gratis.

“Ini program unggulan dari saya. Kita, istilahnya, jemput bola,” kata dia.

“Untuk masyarakat agar melek hukum. Kepastian hukum. Dan masyarakat pun sadar akan hukum. Agar masyarakat tidak main hakim sendiri,” pungkasnya, mengakhiri pernyataannya kepada awak media.

(budi)

 

 


Kabar7News, Subulussalam – Ketua DPD II Partai PBB Kota Subulussalam, Karlinus, menyatakan dukungannya terkait upaya untuk mendorong DPRA agar merevisi Qanun Bendera Bulan Bintang menjadi Bendera Alam Peudang. “Partai Bulan Bintang Subulussalam menyatakan mendukung penuh upaya revisi terhadap Bendera Provinsi Aceh, yang selama ini jadi polemik, kepada Bendera Alam Peudang,” ungkap Karlinus kepada media ini, Selasa, 6 Agustus 2019.

Karlinus menegaskan bahwa memang sudah sepantasnya DPRA merevisi Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang pengesahan Bendera Bulan Bintang. “Semestinya direvisi itu, karena Qanun tersebut sudah dibatalkan oleh Mendagri, sebab dianggap tidak sesuai dengan butir-butir perjanjian damai MoU Helsinki,” imbuh putra asli Subulussalam ini.

Karlinus mengatakan, Keputusan Kepmendagri 188.34-4791 Tahun 2016 merupakan Keputusan final. Menurutnya, Pemerintah Pusat jangan memberi celah pada kelompok yang berkeinginan membangkitkan kembali semangat separatis dengan mengajukan Bendera Bulan Bintang sebagai Bendera dan Lambang Aceh.

Karlinus mengatakan, Bendera Alam Peudang yang diusung oleh para akademisi, sejarawan, tokoh adat dan mahasiswa Aceh, sangat pantas untuk mengakhiri polemik Bendera Aceh. “Bendera Alam Peudeng adalah bendera kejayaan Aceh pada jaman Sultan Iskandar Muda yang sudah mempersatukan rakyat Aceh, sehingga sangat layak untuk dijadikan bendera Provinsi Aceh,” pungkas Karlinus.


(Red)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.