Kabar7News, Jakarta – Dukungan dari sejumlah pihak mendekati hari – H pelaksanaan Jelajah Kebangsaan Wartawan – Persatuan Wartawan Indonesia (JKW-PWI) yang akan dilepas pada 28 Oktober 2021 atau bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda mulai diwujudkan. Salah satunya dukungan penuh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora) guna menopang seluruh kegiatan yang rencananya akan berjalan hingga 9 Februari 2022 bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN).

Kemenpora melalui Deputi bidang Pembudayaan Olahraga (Deputi 3) mewujudkan dukungannya melalui penandatanganan MoU. Penandatangan dilakukan oleh Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Rekreasi, Drs. Maifrizon, M.Si dan Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari serta diketahui oleh Deputi bidang Pembudayaan Olahraga Dr. Raden Isnanta, M.Pd. Penandatanganan MoU berlangsung di ruangan Deputi 3, Gedung PPTIKON, Kemenpora, di Kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Tim JKW-PWI yang hadir pada penandatanganan itu Dar Edi Yoga, Herwan Pebriansyah dan Nonnie Rering. Pejabat Deputi 3 yang juga hadir adalah Kepala Bidang Pengembangan Ruang Publik Olahraga Subur frindiyadi, SE dan Plt. Kepala Bidang Pengembangan Sanggar dan Pusat Kebugaran pada Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Rekreasi Cucu Sundara, S.Pd, MM.

Raden Isnanta berpesan kepada seluruh tim JKW-PWI yang akan melakukan perjalanan langsung dalam hal ini akan difokuskan kepada wartawan wanita, Yanni Krishnayanni dan beberapa wartawan pendukung pria, agar mampu menjaga kebugaran tubuh selama perjalanan. Salah satunya dengan tetap melakukan olahraga rutin melatih fisik agar prima hingga mampu melakukan perjalanan dengan kendaraan bermotor lebih baik lagi.

“Lebih penting lagi pesan khusus saya adalah agar kalian bisa berkampanye dalam perjalanan lewat pesan kepada masyarakat bagaimana pentingnya menjaga kebugaran tubuh, budaya hidup sehat dan berjiwa aktif lewat program yang kalian jalankan sebentar nanti,” kata Raden Isnanta.

“Begitu juga dengan soal pariwisata, bagaimana kalian bisa menunjukkan kepada masyarakat Indonesia kalau Indonesia begitu indah lewat tulisan-tulisan yang akan kalian rangkai dalam setiap perjalanan petualangan kalian. Saya doakan tim JKW-PWI akan selalu sehat dalam perjalanan, semangat hingga kembali dengan tepat dan cermat. Jangan stress sepanjang perjalanan tapi fokus,” tegas Raden Isnanta.

Pesan-pesan Isnanta ini diterima oleh tim JKW-PWI dengan senang hati dan langsung disambut Atal S Depari dengan ucapan terima kasih kepada pihak Kemenpora, khusus Deputi 3 yang sudah ikut mendukung penuh kegiatan bermotor sambil mengarungi pulau-pulau dan sejumlah gunung di Indonesia ini.

“Terima kasih perhatian pihak Kemenpora, semoga kita semua sehat dan senantiasa akan saling support dan sukses dalam kegiatan ini,” tutur Atal yang berharap tim JKW-PWI bisa meraih rekor MURI lewat kegiatan mereka ini.

(humas-pwi)

Kabar7News, Jakarta – Keterlibatan Equinoc (Equipment and Sport Aparel Industry Associaton of Indonesia) di tengah penyelenggaraan pesta akbar PON XX Papua 2021 menambah daftar jumlah UMKM olahraga yang bergabung dengan Sportbloc.

Asosasi ini memiliki hampir 200 anggota yang menjadi pemegang merek apparel olahraga (sports wear) tersebar di Indonesia.

“Terima kasih kami sudah dibuka kerja sama KONI dengan Sportbloc, dibantu untuk menjual produk-produk apparel olahraga member kami. Yang saya tahu Sportbloc, segmentasinya sesuai dengan apa yang kita lakukan, marketplace khusus peralatan dan pakaian olahraga. Terima kasih juga untuk PWI,” kata Sekretaris Jendral Equinoc, William Socrates saat berbincang dengan awak media di Media Center Jakarta untuk PON XX Papua, Senayan, Rabu 5 Oktober 2021.

William atau disapa Willy mengatakan, kehadiran Equinoc sejak sekitar Januari 2018 diawali keresahan yang sama dirasakan beberapa pemilik bisnis sports wear brand dalam industri yang sudah lama hadir, namun dirasa kurang bergensi.

“Memang 85 persen appareal pakaian olahraga, kebutuhan yang paling besar dan keberagaman brand ada di appareal, jadi kenapa? karena seperti sekarang pakaian bola futsal, olahraga lari dan segala macamnya itu yang jadi utama,” tuturnya.

Berbicara tentang apparel, ia memandang saat ini bukan zamannya bangga ketika merek-merek tertentu ternyata buatan Indonesia.

“Saya beli bajunya inter milan, saya beli bajunya Manchester United made in Indonesia kalau menurut kami, itu sudah lewat masanya. Tapi kini jauh-jauh ke Amerika ada brand Indonesia, itu yang mau kita majukan,” terang Willy.

Pasar apparel olahraga di Indonesia bisa dikatakan tumbuh pesat. Uniknya dari pasar Indonesia yang selama ini dikenal sebagai negara produsen, baju olahraga bisa dipesan khusus atau custom, bahkan harganya murah. Bandingkan pasar di luar negeri seperti Amerika, untuk pembelian apparel custom bisa mencapai lima kali lipat dari harga normalnya.

“Jadi keunikannya, market-marekt di Indonesia sudah suka memesan pakaian olahraga dengan desain mereka sendiri, itulah kenapa marketnya sangat besar. wow gw mau desainnya mirip dengan MU, Persib Bandung, bahkan wajah orangtua kita dibikin baju, karena alatnya sudah mudah didapat,” ujar Willy.

Meski hingga sekarang didominasi merk pakaian olahraga, kata Willy, keanggotaan Equinoc tidak menutup pintu buat peralatan olahraga lainnya. “Kalau ada pameran besar-besaran kita bisa undang makin banyak, karena kita sudah menghitung Indonesia kira-kira ada 700 brand, dan ini tidak akan mungkin stop, pasti akan lebih karena nggak susah bikin brand pada akhirnya,” ungkapnya.

Sportbloc menilai meskipun baru beranjak ber-UMKM, pasar apparel anggota Equinoc sudah mencakup level atas dengan kualitas premium, menengah hingga bawah. Pemasarannya memang masih ritel secara online di marketplace Tokopedia, Shopee atau Bukalapak.

“Kami di Sportbloc melihat pasar yang cukup besar untuk dilakukan secara corporate. Jadi memang pemesan corporate baik klub, Liga 3 saja tidak kurang dari 700 brand. Di situlah ceruk pasar yang dilihat Sportbloc dan LPDUK, karena memang dengan korporasi kita bisa menghimpun dana cukup besar, kemudian secara value dan administrasi pemesanannya memang agak ribet, mulai dari katakanlah saya memesan untuk BUMN apa, pakai kerah atau tidak, tinggal klik warnanya apa, bahannya. Jadi selama ini mereka menjalani pakai nekad, mabok tapi duitnya gede. Ini yang kita lihat,” kata CEO Sportbloc, Ndang Mawardi.

“Jadi kita di sportbloc tidak akan berkompetisi dengan Tokped, Shopee dan lain-lain itu e-commerce yang sudah berjalan,” imbuhnya.

Sekretaris Anggota Wantimpres, Ganjar Razuni memuji Equinoc telah melakuukan satu langkah terobosan luar biasa. Hal ini patut didukung pemerintah, badan, ataupun lembaga, termasuk soal pajaknya. “Misalnya ada keringanan pajak, bisa diusulkan kepada instansi yang berwenang.
Nah, keringanan itu bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap potensi-potensi milenial yang saya katakan punya nilai-nilai luar biasa, bisa memberikan terobosan-terobasn dan menghasilan keekonomian secara general, dan ini juga bentuk upaya kita mendorong berkembangnya industri olahraga,” tutur peraih doktor bidang ilmu politik di Universitas Nasional ini.

Ganjar sependapat kini saatnya brand-brand olaraga Indonesia go internasional. “Brand kita perkenalkan, dan memperjuangkan tegaknya branding ini bagian dari nasionalisme olahrga kita, NKRI. Pikirannya harus di balik. Ketika kita ke Amerika, kita mengagungkan produk Indonesia. Salah satu ciri kebesaran negara di dunia itu adalah produknya di luar negeri,” kata Ganjar, menekankan.

Di satu sisi diakuinya memang banyak peralatan olahraga beredar di pasar Indonesia masih impor, salah satunya di cabang olahraga sepatu roda. “Terkait alat-alat olahraga, apakah sudah dipikirkan bagaiana kita bisa, paling tidak, lembaga yang Adinda pimpin ini bisa mendapat kesempatan harga murah dan terjangkau, atau bila perlu produk dalam negeri pasti alasannya bahan baku. Pertanyaan apa iya bahan baku tidak ada?” tanya mantan ketua harian PB
Persatuan Olahraga Sepatu Roda Indonesia (Porserosi) kepada William.

Ganjar mewakili pemerintah juga ingin tahu hambatan-hambatan yang selama ini dihadapi anggota-angota Equinoc.
“Mudah-mudahan ini merupakan masukan yang harus kita perbaiki, dan InsyaAllah kita bantu demi berkembangnya usaha-usaha seperti ini, industri dalam negeri olahrga nasional,” tandasnya.

Menurut William, ketersediaan bahan-bahan baku berkualitas menjadi hambatan terbesar anggota Equinoc yang mayoritas pelaku usaha UMKM. Sebab, hal ini berkaitan kapital besar, daya beli tinggi sedangkan pasar Equinoc cenderung pembeli produk-produk denan harga terjangkau. “Memang akibatnya member kita banyak berantem di harga kompetitif. Artinya semakin kompetitif harganya, semakin tidak bagus kualitasnya karena menyesuaikan dengan profit yang akan diambil, dan untuk membeli bahan baku berkualitas pasti ada minimal order yang sangat besar, balik lagi kita UMKM yang mungkin memulai bisnisnya dengan modal nol, modal desain-desain,” urainya.

Ia berharap ke depannya pemerintah bisa memfasilitasi Equinoc untuk berdiskusi dengan kalangan produsen tekstil. “Mungkin kita tidak membeli dalam jumlah besar tapi anggota kita banyak, kebutuhan pasti banyak, itu bagi-bagi. Itulah asosiasi ini kita bentuk untuk nanti memfasilitasi agar bisa mendapatkan bahan baku berkualitas yang masih bisa ecer,” jelasnya.

Selain itu juga tentunya terkait bantuan hukum dan keuangan. William mengungkap para pelaku usaha UMKM ini ‘buta’ pembukuan keuangan. “Berani minjam ke bank tapi nggak tahu pembukuan yang baik, mungkin kantong kiri kanan, akibatnya merugi, umurnya tidak lama. Butuh pelatihan-pelatihan sampai jahit berkualitas seperti apa sih,” ucapnya menanggapi pertanyaan Ganjar.

Dukungan UMKM Alkes

Sementara itu, Ketua Umum UMKM Produk Kesehatan (Prokes), dr. Fazzhra Fawwaz memastikan dukungan pihaknya demi suksesnya penyelenggaraan PON XX Papua.

“Kami mendukung pengadaan dan distribusi alkes kepada para nakes (tenaga kesehatan) yang bertugas di Papua,” kata Fazzhra yang juga Sekjen Asproksi (Asosiasi Produk Kesehatan Indonesia Standar Internasional).

Pengadaan alkes itu tentunya berdampak pada menggeliatnya ekonomi kerakyatan, khususnya mereka yang bergerak di UKM dan UMKM di banyak daerah di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Fazzhra juga memuji langkah PWI Pusat membuat Media Center PON di Jakarta. Ke depan, katanya, langkah ini bisa juga diikuti oleh PWI daerah membuat Media Center serupa untuk hajatan-hajatan olahraga berskala besar.

Hal itu sejalan dengan keinginan Ndang Mawardi, CEO Sportbloc yang  ikut mendarahi pendirian Media Center di Jakarta.

“Ya, kami tidak akan berhenti di sini. Kami juga akan bikin Media Center sejenis untuk event-event besar lain nantinya,” kata Ndang.

Selain PWI dan Sportbloc, Media Center PON di Jakarta ini juga didukung KONI Pusat, Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Sementara Sportbloc sendiri, seperti dikatakan Ndang, merupakan aplikasi sport aggregator yang mengolaborasikan berbagai start up yang terkait olahraga seperti rental venue se-Indonesia, ticketing, sport industry berbasis UMKM keolahragaan termasuk alat-alat pertandingan, database atlet dan nonatlet, sport science, dan data event olahraga berbasis wisata.

“Ini luar biasa,” ujar Fazzhra seraya menambahkan bahwa aplikasi seperti ini akan menjadi pundi-pundi uang karena mencakup dan menjangkau segala aspek yang berkaitan dunia olahraga.

(**)

Kabar7News, Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya berdiskusi dengan Ketua Panitia Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 Auri Jaya, di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta, Jumat (10/9/2021). Diskusi berkaitan dengan agenda peringatan Hari Pers Nasional (HPN ) tahun 2022 yang akan diselenggarakan di Sulawesi Tenggara (Sultra), yang puncak acaranya berlangsung pada 9 Februari 2022.

Dalam pertemuan tersebut Menteri Siti mengajak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam Peringatan Hari Pers Nasional 2022 dapat menggaungkan isu-isu kepedulian terhadap lingkungan hidup dan kehutanan melalui aksi-aksi lapangan, seperti: rehabilitasi mangrove, rintisan Program Kampung Iklim (Proklim), dan pelepasliaran satwa. Itu semua mengarah pada upaya pembangunan hijau di Indonesia.

“Jadi nanti kegiatan pro lingkungan di HPN 2022, bisa menjadi program PWI dan Kementerian LHK, yakni rehabilitasi mangrove, Kampung Iklim Wartawan, dan pelepasliaran satwa dilindungi di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai,” ujar Siti Nurbaya.

Isu penanggulangan perubahan iklim penting untuk digaungkan saat ini karena masyarakat dunia makin merasakan akibat nyata dari krisis iklim, seperti bencana hidrometeorologis kebakaran hutan yang semakin sering terjadi di seluruh dunia. Menteri Siti ingin agar PWI dapat membantu menggugah kepedulian publik melalui penggaungan isu pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan kehutanan khususnya isu penanggulangan perubahan iklim.

Menanggapi hal tersebut, Auri Jaya mengatakan bahwa isu terkait lingkungan hidup akan menjadi salah satu tema peringatan HPN 2022, selain masalah masa depan wartawan di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan media.

“Masalah lingkungan hidup akan menjadi salah satu isu penting yang diangkat dalam peringatan HPN 2022 karena lingkungan hidup masih akan menjadi isu penting dan relevan dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Auri Jaya dalam pertemuan tersebut.

Auri Jaya dan Wakil Bendara Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Dar Edi Yoga pun setuju kegiatan yang akan dilakukan pada peringatan HPN 2022 antara lain menggagas program Kampung Iklim Wartawan di Kendari.

Menteri Siti menambahkan jika Program Kampung Iklim (Proklim) merupakan salah satu upaya besar adaptasi perubahan iklim yang sedang dikerjakan oleh KLHK bersama masyarakat di tingkat tapak. Proklim merupakan program berlingkup nasional yang dikelola oleh KLHK dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi GRK, serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.

Siti Nurbaya mengatakan, program Kampung Iklim yang dapat dikembangkan dan dilaksanakan pada wilayah administratif paling rendah setingkat RW atau dusun dan paling tinggi setingkat kelurahan atau desa akan segera diperkenalkan pada saat puncak Hari Pers Nasional 2022.

Ia pun menjelaskan jika Proklim akan diusung pula pada forum The 26th UN Climate Change Conference of the Parties (COP26) di Glasgow, Skotlandia pada 31 Oktober 2021 mendatang.

Sejumlah pejabat KLHK ikut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Sekjen KLHK Bambang Hendroyono, Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Helmi Basalamah, Direktur Konservasi Tanah dan Air Muhammad Zainal Arifin, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Sri Tantri Arundhati, serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat Nunu Anugrah.

(**)

Kabar7News, Jakarta – Presiden Joko Widodo dipastikan akan menghadiri acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2021 dari Istana Merdeka secara Virtual pada puncak acara HPN 9 Februari mendatang.

Kepastian kehadiran presiden tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, ketika menerima Audensi secara virtual Pengurus PWI Pusat dan Panitia Hari Pers Nasional 2021 Selasa (2/2/2021).

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan Presiden akan mulai hadir dalam rangkaian HPN 2021 pada pukul 09.30 WIB. Pratikno juga berharap lewat momentum Hari Pers Nasional 2021 yang mengangkat Tema “Bangkit Dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi, Pers Sebagai Akselerator Perubahan”, dirinya berharap pers sebagai salah satu pilar demokrasi bersama negara bisa mengawali kebangkitan dan kekuatan untuk keluar dari pandemi Covid-19.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat yang juga Penanggung Jawab HPN 2021, Atal S.Depari melaporkan tentang kesiapan pelaksanaan HPN 2021 yang tahapannya sudah dimulai dari tanggal 4 Februari dengan menghadirkan serangkaian kegiatan seperti seminar, konvensi dan acara puncak yang dipusatkan di Ancol ini akan diikuti secara virtual ribuan wartawan anggota PWI dari seluruh Indonesia serta anggota organisasi konstituen Dewan Pers.

Dalam audensi virtual dengan Mensesneg, Atal S Depari di dampingi Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi, Ketua Bidang Pendidikan Nurjaman Mochtar, Ketua Panitia HPN Auri Jaya, Wakil Sekjen PWI Pusat Suprapto, Bendahara Umum Muhammad Ihsan, Wakil Bendahara Umum PWI Pusat Dar Edi Yoga, Kesit B Handoyo, Merdy Sofiansyah dan Penanggung Jawab Humas HPN Mercys Charles Loho.

(Red)

 

Kabar7News, Jakarta – Tahapan penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020 memasuki
babak akhir dan melahirkan sejumlah pemenang.

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S Depari, mengumumkan pemenang anugerah jurnalistik tertinggi dan paling bergengsi di Indonesia ini, dalam acara Indonesia Bicara di TVRI, 20 Februari 2021 malam.

Atal S. Depari memandang para peraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020 membuktikan bahwa masih banyak wartawan yang menulis berkualitas.

“Karya-karya berkualitas yang bisa jadi juara. Jadi Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang paling tinggi di pers nasional. Di Hari Pers Nasional selalu kita menyerahkan hadiah di depan presiden, cukup membanggakan kan. Ada enam kategori,” ucap Atal S. Depari yang juga penanggung jawab HPN 2021.

Proses penjurian berlangsung selama bulan Desember 2020 secara virtual mengingat situasi masih pandemi Covid-19. Terdapat enam kategori yang dilombakan, yaitu liputan
berkedalaman untuk media cetak; liputan berkedalaman untuk media siber; liputan berkedalaman untuk media televisi; liputan berkedalaman untuk media radio; foto berita untuk
media cetak dan media siber; serta karikatur opini untuk media cetak dan media siber.

Media Cetak dan Siber
Kategori Media Cetak dimenangi Devy Ernis bersama timnya Aisha Saidra dan Dini Pramita dari Majalah Tempo bertajuk “Jalan Pedang Dai Kampung” yang diterbitkan 27 Juli 2020.

“Isu kekinian, dekat dengan kita, tulisan memberi pemahaman yang lebih baik mengenai
masalah,” komentar Ketua Dewan Juri Media Cetak wartawan senior Maria D. Andriana.

Dua juri lainnya, wartawan kawakan Asro Kamal Rokan dan Ahmed Kurnia S.
Kategori Media Siber dimenangi Jonathan Pandapotan Purba dan Windi Wicaksono dari Liputan6.com berjudul “Vaksinasi, Momentum Indonesia Bangkit dari Pandemi Covid-
19” yang diterbitkan 23 Oktober 2020
Untuk pemenang kategori ini, Priyambodo RH selaku ketua dewan juri, memberi komentar
singkatnya. “Reportase aktual, mendalam, multimedia-konvergensi,” ujarnya. Namun, ia juga memberi catatan penjurian, terutama bagaimana membedakan antara konten web dan
konten cetak.

“Konten cetak naratif dan santai, konten web harus langsung ke intinya,” jelas Priyambodo.

Wartawan senior Antara ini mengingatkan, pembaca web selalu terburu-buru, berbeda
dengan pembaca media cetak.
Dr.Artini dan Prof.Rajab Ritonga sebagai anggota Dewan Juri Media Siber sependapat.

Secara umum karya Jonathan Pandapotan dan Windi tersebut berhasil menyampaikan pesan sesuai karakter media siber.

“Ada kebaharuan dan kekinian yang masih menjadi fenomena yang belum terselesaikan,”
ujar Artini. Meski diakuinya, keterbatasan masih pada bahasa.

“Media siber masih belum
bisa lepas dari karakter media cetak,” katanya.

Televisi dan Radio
Kategori Televisi diraih Rivo Pahlevi Akbarsyah dan Eko Hamzah dari Trans 7, bertajuk “Bencana Alam di Tengah Pandemi” yang tayang pada 30 November 2020.

Dewan juri yang terdiri wartawan senior di bidang televisi (Nurjaman Mochtar, Imam
Wahyudi, dan Immas Sunarya) sepakat bahwa topik yang dipilih Rivo bersama timnya
betul-betul mempunyai nilai jurnalistik yang tinggi. Rivo seakan menyatu dengan venue dan suasana batin para korban bencana alam.

Ketiga juri memuji atmosfer venue tayangan itu terasa sangat kuat. Dari segi presentasi, meski di lokasi gelap dan sulit pun mampu disajikan prima. Begitu pula angle-angle
gambarnya detail.

“Tidak ada rangkaian visual yang “jumping”. Pemilihan dan penempatan “sound bite” juga
tepat. Saling mendukung antara script dan reportase lapangan. Salut buat editor, keren,”
komentar tim juri Kategori Media Televisi.

Kategori Radio dimenangkan Muhammad Aulia Rahman dari RRI Banjarmasin berjudul
“Nasalis Larvatus di Antara Konflik dan Kepunahan” yang disiarkan pada 30 November
2020.

Tim juri kategori ini terdiri dari para tokoh radio, yaitu Errol Jonathans, Fachry
Mohamad, dan Cahyono Adi.

(red)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.