Kabar7News, Lanny Jaya – Satgas Yonif Mekanis 203/AK Pos Tima kembali melaksanakan kegiatan anjangsana kepada masyarakat untuk memperat hubungan antara personel pos dengan masyarakat sekitar serta memberikan sedikit sembako dan baju layak pakai di Desa Jumaneri, Distrik Balingga, Kab. Lanny Jaya, Rabu (21/9/2022).

Danpos Tima Lettu Inf Rio Justin mengatakan kegiatan anjangsana ini dilaksanakan selain bertujuan untuk mempererat hubungan personel Satgas dengan masyarakat serta mendengarkan kendala apa saja yang ada di masyarakat Desa Jumaneri. Selain kegiataan anjangsana, Pos Tima memberikan sedikit sembako dan baju layak pakai kepada masyarakat Desa Jumaneri.

Pemberian bantuan sembako terhadap masyarakat Desa Jumaneri adalah suatu wujud nyata kepedulian dari Satgas Yonif Mekanis 203/AK kepada masyarakat, salah satu bantuan sembako kami berikan kepada masyarakat Mama Sili Tabuni dan Novi Wenda karena beliau merupakan mama yang di hormati oleh masyarakat Desa Jumaneri.

“Kami dari Satgas Yonif Mekanis 203/AK akan selalu membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan kami, karena kehadiran kami disini selain untuk menjaga keamanan wilayah di Distrik Balingga kami pun siap membantu masyarakat yang ada di sekitar Pos kami, salah satunya masyarakat Desa Jumaneri,” ujar Danpos Tima.

Mama Sili Tabuni mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat Distrik Balingga khususnya Desa Jumaneri, semoga pemberian dari bapak-bapak TNI bisa mengurangi sedikit masalah yang ada di masyarakat Desa Jumaneri.

“Mama Sili Tabuni juga berdoa kepada Tuhan agar bapak-bapak TNI yang sedang melaksanakan tugas di daerah Papua khususnya di Kab. Lanny Jaya selalu di berikan kesehatan dan keselamatan sampai dengan selesai bertugas,” tambahnya.

(Pen Satgas Yonif Mekanis 203/AK)

Kabar7News, Memberamo Raya – Satgas Kodim Yalimo Yonif RK 751/VJS yang mendapatkan kepercayaan melaksanakan tugas pengamanan di daerah yang dianggap rawan, tidak semata-mata melaksanakan jaga dan patroli untuk menjadikan wilayah yang menjadi tugas dan tanggung jawab tetap aman.

Tugas lain yang juga dilaksanakan oleh Satgas adalah dengan melakukan pembinaan teritorial terhadap warga seperti yang dilaksanakan oleh personel Satgas Kodim Yalimo Yonif RK 751/VJS yang berada di Pos Trimuris, Kampung Trimuris, Distrik Mamberamo Hilir, Kab. Mamberamo Raya, Papua, Senin (17/1/2022).

Serka Ratman selaku Danpos Trimuris mengatakan bahwa anjangsana ini merupakan kegiatan rutin Personel Pos Satgas kepada para tokoh dan warga yang ada disekitar pos.

“Kami selalu melaksanakan pendekatan dan  memberikan pelayanan terbaik kepada warga agar kami bisa mendapatkan rasa simpati dari warga, dengan cara mengunjungi para tokoh dan para warga,” ujarnya.

“Kami berharap  dengan seringnya bertemu, kami bisa mengetahui langsung apa yang bisa diperbuat untuk membantu kesulitan warga diwilayah tugas kami,” kata Serka Ratman.

Bapak Cornelis Silo Muhan, 48 tahun selaku Kepala Desa Baudi yang mendapat kunjungan dari personil pos sangat senang dan menyambut  personel pos dengan ramah serta menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Saya sangat senang atas kehadiran abang abang di kampung kami ini, saya sangat senang karena abang abang tentara ini sangat dekat dengan warga dan terima kasih karena sudah memberi kami  makanan tentara,” ucapnya.

Dari tempat terpisah, Letkol Inf Dedy Dwi Cahyadi, S.I.P selaku Dansatgas Kodim Yalimo Yonif RK 751/VJS menyampaikan bahwa personel Satgas yang saat ini sedang bertugas mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial.

“Yang dilakukan oleh personel Satgas adalah pola operasi teritorial yang mana kegiatan pembinaan teritorial ini diharapkan bisa lebih dekat dengan warga dan juga merebut hati rakyat yang ada di wilayah penugasan,” ujar Dansatgas.

(**)

Kabar7News, Ambon – Pengurus Keluarga Besar Putra-putri (KBPP) Polri bersilaturahmi dengan Kapolda Maluku Irjen Pol Drs. Refdi Andri, M.Si.

Silaturahmi berlangsung di ruang kerja Kapolda, Markas Polda Maluku, Kota Ambon, Jumat (5/11/2021).

Turut hadir mendampingi Kapolda yaitu Direktur Binmas dan Koorspripim Polda Maluku.

Ketua KBPP Polri Andre Lantu, menyampaikan maksud kedatangan mereka kepada Kapolda Maluku.

Ia memohon kesediaan orang nomor 1 Polda Maluku ini untuk dapat mengukuhkan kepengurusan KBPP Polri.

Kegiatan pengukuhan rencananya akan berlangsung di The Natsepa Hotel pada tanggal 25-26 November 2021.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolda Maluku yang telah berkenan menerima kami di Polda Maluku saat ini. Kami memohon kesediaan Bapak untuk hadir dalam acara pengukuhan kami nanti,” pinta Andre.

Ia menyampaikan, dalam acara pengukuhan nanti, akan dihadiri sebanyak 80 orang.

“Pada acara pengukuhan nanti juga akan hadir Ketua Umum KBPP Polri dari Jakarta,” harapnya.

Sementara itu, Kapolda Maluku mengingatkan agar dalam pelaksanaan kegiatan untuk tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan (Prokes) covid-19.

“Dalam pelaksanaan kegiatan nanti agar perhatikan dan laksanakan betul prokes. Koordinasi dengan Dir Intel untuk perijinannya,” pintanya.

Mantan Kakorlantas Polri ini mengusulkan agar menjelang hari H nanti, rundown acara tersebut agar kembali dimantapkan, sehingga kegiatan itu berjalan lancar.

“Saya akan hadir dalam acara pengukuhan nanti,” pungkasnya.

(**)

Kabar7News, Ambon – Kepala Jasa Raharja Maluku, Triyadi, menemui Kapolda Maluku Irjen Pol Drs Refdi Andri, M.Si untuk bersilaturahmi.

Silaturahmi berlangsung di ruang kerja Kapolda, Markas Polda Maluku, Kota Ambon, Rabu (27/10/2021).

Dalam pertemuan itu, orang nomor 1 Polda Maluku ini didampingi Direktur Lalu Lintas Polda Maluku.

Kedatangan Triyadi yang didampingi salah satu stafnya ini diterima hangat oleh mantan Kapolda Maluku.

“Terima kasih karena sudah berkunjung di Polda Maluku,” kata Kakorlantas Polri tersebut.

Pada kesempatan itu, Triyadi juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolda yang sudah meluangkan waktu untuk menerima kedatangan pihaknya.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Polri atas ketepatan penanganan kasus-kasus kecelakaan lalulintas,” kata Triyadi.

Dia mengaku, setiap kecelakaan yang terjadi, Polri senantiasa memberikan informasi kepada Jasa Raharja.

“Terkait dengan laka lantas yang terjadi kemarin yang mengakibatkan meninggal dunia, luka-luka, saat ini sudah ditangani dan memberikan jaminan oleh Jasa Raharja,” katanya.

Kerjasama selama ini yang terjadi, kata Triyadi, merupakan bagian dari bentuk sinergitas, serta koordinasi yang baik antara Kepolisian dan Jasa Raharja.

“Jasa Raharja mempunyai program pelayanan masyarakat korban rawat inap dan rawat jalan dengan memberikan harga khusus lebih murah untuk pembelian obat kepada masyarakat yang mengalami laka lantas, dan saat ini kami masih bekerja sama dengan RST,” jelasnya.

Triyadi berharap, sinergitas dan kerja sama yang telah dibangun selama ini bersama Polda Maluku dan jajaran, selalu ditingkatkan.

“Semoga sinergitas, kerja sama dijaga dan lebih ditingkatkan,” harapnya.

(**)

Kabar7News, Tangsel – Perempuan Berkebaya Indonesia Jakarta (PBIJ) menggelar acara silaturahmi sesama anggota Batik Perempuan Berkebaya Indonesia di Rumah Budaya Nusantara (RBN) “Puspo Budoyo”, Jalan Elang Raya No 1 Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (28/9/2021).

Menjelang perayaan hari Batik Nasional 2 Oktober Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia, Nuniek Restuwilujeng mengatakan akan turut serta memperingati Batik Nasional bersama seluruh anggota PBIJ.

“Kami perkumpulan Perempuan Berkebaya Indonesia Jakarta PBIJ mempunyai visi misi untuk turut serta melaksanakan, pelestarian budaya leluhur Indonesia, Khususnya dalam melestarikan berbusana kebaya dan wastra Nusantara,” kata Nunik.

Nunik merasa bersyukur dapat berkumpul di tempat ini yang mana baru berkumpul lagi setelah bulan lalu merayakan hari Tenun dan berterima kasih kepada mba Iin yang mengusahakan tempat ini.

“Terima kasih untuk PBI Jakarta yang sudah datang jauh-jauh dan para media yang juga hadir,” ujar Nunik.

Nunik di depan jurnalis media Kabar7News.com menuturkan bahwa PBI awalnya dibentuk pada tahun 2014. Ada 1000 lebih, anggota PBI seluruh Indonesia yaitu Bali, Jogyakarta, Ambarawa, Pekalongan, Bogor, Banten, Jakarta, Sumut dan Sumbar. Sementara PBI Jakarta sendiri baru dibentuk 13 Maret 2021.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen PBI Jakarta mengatakan PBI akan memperjuangkan agar ada hari berkebaya nasional.

“PBI akan memperjuangkan agar ada hari Berkebaya Nasional, kalau hari batik nasional kan sudah ada,” kata Desi.

Selain itu, sambung Desi kami akan mengajukan ke UNESCO agar kebaya diakui sebagai warisan budaya Indonesi.

“Tempat ini dibeli tahun 1976, setelah balik dari Tajmahal (India,red.) saya berpikir beli apa untuk isteri, akhirnya saya beli Tajmurah aja,” cerita Luluk sambil berkelakar tentang awal lahirnya Rumah Budaya Nusantara “Puspo Budoyo”.

Sanggar Puspo Budoyo setelah melihat kegiatannya diubahlah jadi Rumah Budaya Nusantara “Puspo Budoyo”,
Kami, lanjut Luluk akan membuat tokoh-tokoh ketoprak.

Hesti Satya dalam kesempatan ini memperkenalkan batik pesisir.
“Saya tiap hari bergelut dengan batik, kalau saya stress saya pegang batik,” ungkap Hesti.

Kalau bisa,sambungnya, anggota komunitas ini (PBIJ) pandai membatik.

Hesti, seorang pencinta dan kolektor batik khususnya batik tulis memperkenalkan batik Betawi (Batik Nona Jakarta) batik Bekasi, Batik Cirebon, batik halusan, Batik Garut dengan ciri khas “Merak Ngibing.”

Hesti lanjut menjelaskan tentang Batik Brebes, brebes tegal hampir sama, batik Tumbar Bolong.
Batik itu mahal.Batik tulis itu mahal tergantung centingnya, semakin penuh konsentrasi pengerjaannya, semakin mahal.

“Jangan beli batik pabrik tapi mulai sekarang beli batik tulis.” saran Hesti.

Batik Wonogiri, kata Hesti, hanya ada di satu desa. Perempuan -perempuan pesisir Wonogiri itu pekerja keras.

Batik Gentongan, dari Madura ini menurut Hesti dibuat dibuat 2 tahun dan memakai pewarna alami, bisa berhari-hari untuk menemukan warna yang dinginkan.

Batik itu 3 bulan sekali diangin-anginin.

Kapan – kapan kita buat pameran di sini (RNBP).
Kalau ada kesempatan, saya akan bawakan batik Sumatera, batik Sulawesi, Batik Kalimantan.

“Batik itu rapuh jangan terlalu kena matahari dan jangan disetrika.”pungkasnya.

Batik itu 3 bulan sekali diangin-anginin, demikian saran Hesti.

Diakhir wawancara, Nunik menghimbau kepada ibu-ibu untuk memakai kebaya sebagai warisan budaya agar bisa lestari.

(darman)

 

 

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.