Kabar7News


Kabar7News, Jakarta – Terkait kecelakaan maut di Toll Cipularang, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi dalam konferensi pers di Jakarta, menjelaskan saat ini batas kecepatan kendaraan melaju di jalan toll yakni 60-100KM/jam. Senin, (02/09/2019).

“Teknologi kendaraan semakin bagus, jadi mungkin bisa kita sesuaikan dengan aturan apabila sudah diperlukan,” tuturnya.

“Saat ini pengawasan kecepatan laju kendaraan kewenangannya di kepolisian”, lanjutnya.

Layanan Jalan Tol Jasa Marga dan Polisi Jalan Raya (PJR) saat ini melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar tempat kejadian. Ada dua pengaturan lalu lintas yang dilakukan oleh Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, yaitu contraflow dan pengalihan arus lalu lintas.

Untuk pengguna jalan yang saat ini berada di sekitar lokasi kejadian, rekayasa lalu lintas lawan arus (contraflow) telah diberlakukan di titik awal Km 93 sampai dengan Km 90.

Sedangkan untuk pengguna jalan yang saat ini dari arah Bandung menuju arah Jakarta dapat keluar melalui GT Cikamuning Km 116 dan masuk kembali ke Jalan Tol Purbaleunyi melalui GT Jatiluhur.

Saat ini pihak perhubungan sudah menurunkan personel untuk mengidentifikasi lokasi kecelakaan, terutama terkait kondisi jalan dan rambu lalu lintas.
(Affry)


Kabar7News, Lampung – Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 3 kilogram dan pil ekstasi warna biru sebanyak 1.200 butir di wilayah Lampung.

“Barang asal Provinsi Aceh itu kami gagalkan pada Kamis pagi tanggal 20 Agustus 2019 pukul 08.05 WIB,” kata Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol Ery Nursatari di Bandarlampung, Senin, (02/09/2019).

Dia menjelaskan kejadian itu berawal saat anggotanya pada tanggal 19 Agustus 2019 mendapatkan informasi bahwa akan ada barang masuk. Informasi itu juga mengatakan bahwa barang tersebut akan dikirim ke Lampung dan diedarkan juga di Lampung.

Dari informasi itu, anggotanya langsung memantau seseorang yang akan menerima barang tersebut di Jalan Ikan Julung, Kelurahan Bumi Waras, Telukbetung Selatan, Bandarlampung. Anggota dari BNNP Lampung lainnya juga memantau pintu masuk Bandarlampung melalui Bundaran Hajimena dan Kedaton.

“Tersangka yang kita pantau yakni Maryono alias Blek (47),” kata dia.

Keesokan harinya tanggal 20 Agustus 2019 pukul 07.10 WIB, tersangka Maryono keluar dari gang menggunakan sepeda motor menuju Rajabasa untuk melakukan transaksi dengan kurir asal Aceh yakni Mukhlis (45). Saat sampai di Rajabasa, tersangka Maryono masuk hotel Malaya yang ada di sekitar Rajabasa.

“Saat berada di kamar 18, anggota melakukan penangkapan terhadap tersangka Maryono dan kurir asal Aceh tersebut,” kata dia lagi.

Eri menambahkan, dari penggerebekan itu anggota berhasil menyita barang bukti berupa tiga kilogram sabu yang dibungkus dengan teh Cina. Setelah itu anggota membawa kedua tersangka menuju kediaman tersangka Maryono untuk mencari barang bukti lainnya.

Dari kediaman tersangka Maryono, anggota mengamankan barang bukti berupa pil ekstasi warna biru berbentuk domino sebanyak 1.200 butir.

“Saat akan kami bawa ke Kantor BNNP Lampung, tersangka mencoba kabur sehingga kami terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur,” katanya.
(sumber:AntaraNews)


Kabar7News, Mataram – Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram M Saleh mengatakan, pelanggaran rambu larangan parkir pada sejumlah titik di kota ini mulai berkurang setelah diterapkan sanksi mengunci roda atau penggembokan kendaraan yang melanggar rambu larangan parkir.

“Alhamdulillah, gebrakan yang kita lakukan melalui sanksi penggembokan atau kunci roda kendaraan yang melanggar memberikan efek jera dan cukup efektif,” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin, (02/09/2019).

Hal itu dapat dilihat pada sejumlah titik yang menjadi sasaran pengawasan titik larangan parkir, salah satunya di kawasan bisnis Cakranegara hingga saat ini belum ada kendaraan yang ditilang atau digembok dua kali.

Karena dari hasil evaluasi, aktivitas “parkir liar” dan pelanggaran rambu larangan parkir sudah mulai minim dan tertib. “Kalaupun ada yang melanggar, rata-rata pengendara yang tidak tahu dan kami belum temukan mobil digembok dua kali,” ujarnya.

Dishub kini melirik sejumlah titik yang marak “parkir liar” yang dapat memicu terganggunya arus lalu lintas untuk dipasangkan rambu larangan parkir.

Salah satu contohnya seperti di Jalan Pejanggik, depan Taman Sangkareang yang selama ini terlihat banyak kendaraan parkir baik roda dua maupun roda empat yang menggunakan badan jalan.

“Sekarang kami memang belum bisa memberikan sanksi karena di areal itu tidak ada rambu larangan parkir. Tetapi setelah kita pasang dan sosialisasikan, sanksi serupa juga kami terapkan,” kata Saleh.

Untuk mendukung program penggembokan ini, Dishub akan mengkombinasikan sanksi penggembokan tersebut dengan penderekan kendaraan yang terbukti melanggar rambu larangan parkir.

“Karena itu, kita telah mengusulkan anggaran sebesar Rp1,3 miliar untuk pengadaan mobil derek. Jadi selain kita gembok, kita juga akan menderek kendaraan pelanggar agar tidak memicu kemacetan,” katanya.

Saleh menambahkan, Dishub saat ini memiliki 10 gembok kendaraan roda empat, dan jumlah itu sudah cukup efektif tinggal memperbanyak titik larangan parkir.

Dengan adanya perubahan aktivitas pelanggaran rambu larangan parkir tersebut, perlu terus dilakukan pengawasan secara rutin, termasuk pengawasan dari para juru parkir.

Oleh karena itu, Dishub juga sudah melakukan komitmen bersama dengan para juru parkir untuk dapat mengarahkan kendaraan ke lokasi parkir yang resmi.
(sumber:AntaraNews)


Kabar7News, Jakarta – Kecelakaan beruntun melibatkan lebih dari 10 mobil terjadi hari ini sekitar pukul 12.30wib di Jalan Toll Cipularang KM92, arah Jakarta. Kecelakaan yang menyebabkan beberapa mobil terbakar dan korban jiwa ini terjadi beberapa ratus meter sebelum Rest Area. Hingga berita ini diturunkan, penyebab kecelakaan dan evakuasi korban masih dilakukan oleh aparat kepolisian setempat. Senin, (02/09/2019). (Affry)


Kabar7News, Jakarta – Staf Khusus Presiden untuk Papua Lenis Kogoya meminta warga di Papua dan Papua Barat untuk tidak terprovokasi oleh kabar bohong atau hoaks.

“Itu masyarakat harus hati-hati, karena pembohongan itu yang buat kita jadi ribut. Jadi lebih baik hati-hati dan menghindari hal itu,” kata Lenis yang juga Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papuaditemui di halaman Istana Negara, Jakarta. Senin, (02/09/2019).

Menurut Lenis, masyarakat harus mengklarifikasi kabar yang tersebar baik melalui pembicaraan langsung maupun media sosial kepada pihak yang paham masalah.

Dia menyarankan masyarakat dapat melapor kepada aparat keamanan jika ada isu provokasi ataupun hoaks.

“Jangan dapat kabar apa-apa lalu disebar langsung. Tapi cari tahu kenyataannya dulu gitu,” kata Lenis.

Lenis juga mengonfirmasi sebanyak 300 warga Papua mantan pengunjuk rasa yang sebelumnya berada di kompleks Kelurahan Numbay, Distrik Jayapura Selatan telah dipulangkan dengan selamat ke kediaman masing-masing.

Mereka bersembunyi karena khawatir mendapat balasan dari masyarakat korban kerusuhan.

“Sudah, itu benar, mereka dipulangkan dan sudah selamat sampai di tempat tujuan. Mereka sudah dijemput semua,” demikian Lenis terkait pemulangan ratusan warga itu ke daerah Abepura dan Waena.
(sumber:Tempo.co)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.